Berdalih Ngabuburit, Remaja di Tanjungrejo Balapan Liar Ekstrem

Berdalih Ngabuburit, Remaja di Tanjungrejo Balapan Liar Ekstrem

 

Tanjungrejo1
Berdalih Ngabuburit, Remaja di Tanjungrejo Balapan Liar Ekstrem

Berdalih Ngabuburit, Remaja di Tanjungrejo Balapan Liar Ekstrem

ISKNEWS.COM, Kudus – Aksi ngabuburit remaja di Kabupaten Kudus ini cukup ekstrem. Mereka beradu cepat di atas sepeda motor sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Senin 6/6/2016 Skitar pukul 16.30, jalanan di satu ruas Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo, perempatan kerawang ke utara, nyaris tak bisa dilewati. Puluhan sepeda motor terparkir rapat di kanan-kiri bahu jalan sepanjang 500 meter. Mereka menantikan aksi balap sepeda motor di jalur beraspal.

Meski bukan jalan bebas hambatan, tak satu pun kendaraan yang melintas ketika gelanggang balap sudah dimulai satu setengah jam sebelum azan magrib.

Satu per satu pemilik kendaraan bermesin standar muncul ke garis start untuk menjajal kemampuannya. Yang membuat arena balap ini menciutkan nyali, tak ada peraturan sama sekali.
Semua jenis kendaraan dibolehkan mengikuti balapan. Demikian pula untuk kapasitas mesin tak dibatasi secara khusus. Bahkan sepeda motor bebek pun boleh beradu cepat dengan motor sport seperti Kawasaki Ninja. “Satu-satunya aturan adalah tidak boleh pakai helm dan pengaman,” kata Tompel, pembalap yang pernah ikut ajang tersebut,
Menurut dia, balapan itu sebenarnya dilakukan rutin pada sore hari selama bulan puasa, Tompel dan kawan-kawan sepakat menggelar balapan setiap sore sambil menunggu waktu berbuka.

Alasannya sederhana, banyak penonton, kadang mereka kerap kejar-kejaran dengan aparat yang membubarkan balapan tersebut.

crew isknews.com yang menyaksikan balapan itu cukup bergidik melihat aksi para remaja tingkat SMP dan SMA. Mereka beradu cepat dengan tarikan gas penuh tanpa mengenakan helm maupun pengaman yg lain,
Siapa pun boleh memilih lawan tanding dan langsung beradu di jalur 500 meter.

Kalaupun sedang tak minat mencari musuh, pemilik motor boleh sekadar menjajal kemampuan mesin dengan menggeber di jalur itu. “Biasanya ada yang sok pamer standing (mengangkat roda depan),” ujar Tompel.

Adu geber itu pun berakhir dengan tertib ketika jarum jam menunjukkan pukul 17.30. Seperti dikomando, para penonton dan pembalap kompak meninggalkan arena balap liar.

#admin2

APA KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post