Berhentinya Cantrang Berimbas Turunnya Omset Pengusaha Kopi

by
isknews

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Diberlakukannya aturan pelarangan penggunaan alat tangkap ikan jenis jaring cantrang secara resmi, ternyata juga berimbas pada omzet penjualan kopi di Rembang. Hal tersebut mulai dirasakan oleh sejumlah pengusaha kopi di Rembang sejak awal Januari 2018 ini.

TRENDING :  KKP Berikan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Nelayan Rembang

Yopi Arifyanto misalnya, pemilik usaha Kopi Lelet Cangkir di Desa Sumberjo, Kecamatan kota Rembang mengakui, omzetnya turun sebanyak 30 persen. Kondisi tersebut jelas mempengaruhi jumlah produksi kopinya, dan keuntungannya.

“kami harus mengurangi produksi sampai 30 persen yang berarti omzet juga turun segitu, meskipun berbeda jenis usahanya, tapi dampak pelarangan cantrang juga berimbas pada kami pengusaha kopi,” jelasnya

TRENDING :  Puluhan Ribu Warga Tolak FDS, Bupati Kirim Surat Untuk Presiden

 

Ia mengakui, kebanyakan pelanggannya berasal dari nelayan. Jika para nelayan menganggur, praktis konsumsi kopi pun menurun drastis.

“Mereka kalau melaut kan biasa beli kopi di kita. Sekali berangkat saja bisa untuk satu kapal sampai 30 kg sampai 50 kg tergantung berapa ABK mereka. Sedangkan kalau saat ini mereka tidak melaut jelas berpengaruh kan,” tuturnya.

TRENDING :  Polres Rembang Dalami Pungli Traktor

KOMENTAR SEDULUR ISK :