Beri Kemudahan, Musthofa Perluas Elektronifikasi di Kudus, Sebagai Upaya Peningkatan Kesehteraan Masyarakat

oleh

KUDUS-Setelah berhasil melakukan elektronifikasi pada pembayaran gaji pegawai, Pemkab Kudus memperluas transaksi elektronik. Bertempat di halaman pasar Kliwon, Kamis (15/12), Bupati Kudus H. Musthofa, SE, MM. bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah me-launching perluasan elektronifikasi di Kudus.

Perluasan transaksi nontunai tersebut untuk pembayaran retribusi pedagang di Pasar Kliwon. Selain itu juga pembayaran layanan pasien di RSUD dr. Loekmono Hadi, serta pembayaran pajak hotel dan restoran di Kudus. Ini semua untuk memberi kemudahan bagi masyarakat. Tidak ada biaya apapun untuk transaksi ini.

“Kami ingin mengajak bersama transaksi yang aman, mudah, dan tidak repot. Karena tidak perlu bawa duit cash,” kata bupati yang juga sebagai dewan pertimbangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DPW Jawa Tengah ini.

Bupati menyampaikan pada lembaga perbankan yang menyambut gagasannya ini. Terutama Bank Indonesia (BI) yang telah merealisasikan. Kebiasaan yang baik transaksi dengan menggunakan lembaga keuangan ini diyakini akan meningkatkan literasi keuangan di Kudus bahkan di Indonesia secara luas

“Apalagi para pengusaha di Pasar Kliwon ini, transaksinya sudah miliaran rupiah,” imbuh pembina forum UMKM Jateng ini.

Uang yang terkumpul di lembaga perbankan nantinya bisa digunakan untuk pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan bersama. Jadi tidak menjadi uang yang mandeg yang tidak punya nilai ekonomis.

“Maka, di era serbateknologi ini, sudah saatnya kita elektronifikasi. Jangan simpan uang di bawah bantal,” jelas ketua harian ISEI Cabang Semarang ini pada acara yang dihadiri sejumlah kepala cabang bank di Kudus ini.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng Dr. Iskandar Simorangkir, SE, MA mengatakan bahwa Kudus sebagai pilot project elektronifikasi ini. Karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Termasuk mampu memberdayakan  perekonomian rakyat dalam berbagai bidang.

Gagasan bupati Kudus ini, menurutnya adalah cemerlang. Dan perlu menjadi inspirasi kepala daerah yang lain. Karena ini salah satu upaya bangsa kita tidak tertinggal dengan negara maju. Karena pada negara maju transaksi tunai sangat kecil.

“Dengan elektronifikasi ini, perbankan yang sebelumnya eksklusif, kini diubah menjadi inklusif dengan manfaat yang lebih luas,” kata Iskandar.(rg/adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Mebel Ukir, Unggulan Desa Wisata Kaliwungu