Berjualan di Trotoar, PKL di Empat Lokasi Ditertibkan

Berjualan di Trotoar, PKL di Empat Lokasi Ditertibkan
Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Satpol PP Kabupaten Jepara menertibkan sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang menyalahi aturan perda Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Lapak PKL yang ditertibkan itu berada di sejumlah titik, diantaranya di sekitar depan Kantor Kecamatan Kalinyamatan, Ngabul, depan Pegadaian Mayong dan di Welahan. Sejumlah lapak pun disita oleh petugas Satpol PP dan dibawa ke kantor Satpol PP, di kompleks Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (11/07/2017).
 
Kasie Penegakan Perda Satpol PP Jepara Anwar Sadat mengatakan, lapak PKL yang disita ini menyalahi aturan lantaran berada di trotoar jalan. Padahal didalam aturan Perda Nomor 20 tahun 2012 tentang K3 sudah jelas, tidak diperbolehkan berjualan diatas trotoar. “Sebenarnya kita sudah cukup memberikan toleransi boleh berjualan di trotoar, akan tetapi pagi harinya sudah harus bersih sehingga trotoar bisa digunakan sebagaimana peruntukannya,” kata Sadat, Selasa (11/7/2017) usai penertiban.
 
Sebagian besar PKL yang ditertibkan ini, kata Sadat, memang yang berjualan pada malam hari, namun ada juga beberapa yang berjualan di siang hari. Sejumlah PKL itu, lanjut Sadat, sebelumnya juga sudah diberikan peringatan hingga tiga kali, namun tetap nekad berjualan sehingga terpaksa ditertibkan. “Kita sebenarnya sudah memberikan peringatan satu hingga tiga, namun tetap nekad sehingga kita tertibkan. Beberapa lapak kita bawa ke kantor, namun karena terbatasnya armada, sebagian tetap kita tinggal di lokasi” jelasnya.
 
Sadat menambahkan, lapak- lapak yang disita ke kantor Satpol PP, bisa kembali diambil oleh pemiliknya setelah seminggu. Pemilik cukup menunjukkan KTP serta akan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulanginya kembali. “Yang cukup parah di depan Pegadaian Mayong, lapak-lapak PKL sudah dibuat semi permanen dengan dicor tiangnya. Ini tadi yang cukup menyulitkan, kita sudah menegur pemiliknya untuk menertibkan sendiri,” imbuhnya.
 
Lebih lanjut Sadat menjelaskan, selain PKL di sejumlah titik itu, yang hingga kini masih cukup bandel yakni penjual buah di depan Indomaret Tahunan. Meskipun sudah pernah ditipiring, penjual buah ini tetap bandel dengan berjualan memenuhi trotoar jalan. “Beberapa waktu lalu sudah kita tindak lagi, termasuk menyita buahnya, namun akhirnya kita kembalikan buahnya. Jika masih terus nekad akan kita tertibkan. Masukan untuk menertibkan pedagang buah ini juga sering masuk langsung ke Bupati Jepara,” jelas Sadat.
 
Di kesempatan itu pula, kata Sadat, pihaknya juga mendapati laporan jika di warung sebelah Kantor Kecamatan Welahan pada malam hari sering digunakan sebagai warung remang-remang. “Tadi sudah kita datangi, namun pemiliknya menyangkal. Tapi dilokasi kita temui perempuan yang diduga sedang mangkal. Ke depan akan terus kita pantau, jika benar digunakan sebagai tempat esek-esek, akan kita tindak menggunakan Perda Tentang Larangan Prostitusi,” tandasnya. (ZA)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Seorang Gadis Asal Bangsri Hilang Sejak Sabtu

Share This Post