Bikin Jera, Penjual Miras Oplosan di Jepara Kini Dijerat Dengan Pasal Berlapis

oleh

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Jajaran Satreskrim Polres Jepara kembali mengamankan H. Sutarno, warga Desa Srobyong Kecamatan Mlonggo. Sutarno diamankan lantaran kedapatan memperjualbelikan miras oplosan. Ini merupakan kesekian kalinya, Sutarno berurusan dengan polisi lantaran kasus serupa. Akan tetapi, jika sebelumnya Sutarno dikenai pasal tindak pidana ringan, kali ini polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis yakni pasal 204 KUHP Jo pasal 142 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengungkapkan, tersangka ini merupakan pelaku lama di bisnis jual beli miras oplosan. Pelaku membeli minuman beralkohol jenis ciu dari seseorang yang dikemas dalam jerigen. Barang haram ini, oleh tersangka disimpan di rumah bagian belakang. Jika ada pembeli, pelaku mengoplos atau mencampur ciu tersebut dengan bahan-bahan lain sesuai dengan permintaan pembeli. “Ciu ini ada yang dicampur dengan susu dan bahan lain,” ujarnya, Kamis (2/11/2017).

TRENDING :  Truk Pengangkut Tertahan di Jepara, BBM Di Karimunjawa Menipis

Kapolres menambahkan, dijeratnya tersangka dengan pasal berlapis dan UU pangan ini lantaran untuk memberikan efek jera bagi pelaku. “Tersangka ini sudah berkali-kali ditangkap tetapi tidak juga jera sehingga kita kenakan pasal berlapis. Sebab, sebelumnya hanya dikenai perda miras sehingga hanya tipiring,” jelasnya.

Foto: Miras Oplosan dalam jerigen disita petugas. (Dok. Isknews.com)

Dengan penerapan UU Pangan ini, kata Kapolres, harapannya penjual miras oplosan lainnya di Jepara juga ikut jera. Sebab, keberadaan penjual miras oplosan ini sangat berbahaya bagi masyarakat. “Setelah ini semua penjual miras oplosan akan kita jerat dengan pasal berlapis agar mereka jera. Sebab, oplosan lebih berbahaya dibandingkan dengan miras yang jual dalam kemasan asli atau pabrikan,” jelasnya.

TRENDING :  Belasan PKL Ditertibkan Satpol PP Jepara

Omzet penjualan miras milik Sutarno ini cukup besar, dalam setiap bulannya dia bisa menjual sekitar 10 jerigen miras ukuran 30 liter serta ratusan botol miras bermerk yang dikirim dari pabriknya langsung. Setelah mendapatkan kiriman ciu dari Solo, pelaku mengoplos sendiri barang dagangannya menjadi dua jenis yakni yang dicampur dengan susu dan telur serta dengan Hemaviton.

TRENDING :  Pemkab Jepara Komitmen Kembangkan Pariwisata

Dihadapan polisi, Sutarno mengaku jika barang haram itu didapat dari Solo. Dirinya juga mengaku jika sudah menjalani bisnis haram ini selama sekitar tiga tahun ini. “Barang ini didapat dari Solo dengan harga 300 ribu per jerigen nya. Sedangkan untuk bir dikirim langsung dari pabriknya,” katanya.

Untuk satu jerigen berisi 30 liter yang dibeli seharga Rp.300 ribu, oleh pelaku kemudian dioplos dengan susu dan telur menjadi 20 botol yang dijual seharga Rp.50 ribu tiap botolnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :