Birul Walidain

by

“Nok, udah di mana?”

“Nok, ini udah malam. Cepat pulang.”

Pernah mendengar kata-kata seperti di atas yang diucapkan bapak ibu lur?

Soal menjaga, tak ada orangtua yang tak cemas ketika putera-puterinya di luar. Padahal, mungkin menurut ukuran anak, tak ada yang perlu dicemaskan. Terkadang, Ketika akhirnya sampai di rumah, pintu sedikit terbuka dan televisi masih menyala. Kotak televisi itu menonton bapak tertidur di atas sofa. Tangan kanan memegang remote TV dan tangan kiri memegang ponsel ke depan dada. Bapak tertidur selagi menunggu anaknya pulang.

Saat putera-puterinya sukses, orangtua adalah yang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan. Merekalah yang mengabari sanak saudara, dengan wajah yang berseri-seri ”anakku sekarang sukses.”. Walau kadang hanya bisa membelikan baju koko atau gamis, itu pun setahun sekali. Orangtua akan tersenyum dengan bangga dan mengucakan terima kasih sedalam-dalamnya.

Jika sudah begitu, apakah birul walidain dipandang sebelah mata? Karena pentingnya berbakti kepada kedua orang tua, ada yang membuat perumpamaan bahwa tombo ati yang keenam adalah manut sama ibu dan yang ketujuh adalah doa tulus dari bapak.

KOMENTAR SEDULUR ISK :