Bisakah Lahiran Normal Setelah Operasi Sesar?

oleh
Bisakah Lahiran Normal Setelah Operasi Sesar?
Foto: Bayi yang dilakirkan dari operasi sesar. (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Tidak dipungkiri, melahirkan secara normal menjadi harapan bagi setiap ibu hamil. Akan tetapi, pada kenyataanya beberapa ibu hamil harus menjalani persalinan dengan operasi SC (Seksio Caesarea -red) atau sesar, dikarenakan beberapa hal.

Seseorang yang pernah menjalani operasi sesar, konon pada kehamilan selanjutnya tidak dapat melahirkan secara normal. Dengan kata lain, orang yang melahirkan anak pertama secara sesar, maka pada persalinan pada anak kedua atau ketiganya juga dilakukan secara sesar juga. Benarkah demikian?

dr. Fransiskus Christianto R, SpOG, M.Si, Med, mengungkapkan isu yang berkembang di masyarakat selama ini menyatakan bahwa kelahiran normal setelah sesar sangatlah berbahaya bagi keselamatan ibu. Sehingga melakukan operasi sesar pada persalinan ke dua dirasa sebagai pilihan terbaik.

TRENDING :  17 Meninggal Akibat DBD, Dari 563 Kasus Hingga September 2015

“Sebenarnya, seorang ibu yang pernah menjalani operasi sesar berpeluang untuk melahirkan secara normal pada kehamilan selanjutnya. Namun harus melalui beberapa pertimbangan,” jelas dr. Fransiskus, Jumat (29-06-2018).

Diterangkannya, untuk melahirkan secara normal bisa dilakukan apabila riwayat sesar sebelumnya baru satu kali. Dengan pertimbangan denga insisi segmen bawah rahim, tidak ada kesempitan panggul dan tidak ada bekas robekan rahim atau bekas operasi lain pada rahim.

“Syarat melahirkan normal yang aman harus terpenuhi. Seperti jahitan sudah bagus, berat badan bayi bagus, letak plasenta normal dan posisi kepala bayi sudah di bawah/masuk panggul, serta tersedia dokter kebidanan dan kandungan serta dokter anestesi yang mampu melakukan pengawasan dan sesar darurat bila bayi ternyata tidak dapat dilahirkan secara normal,” tegasnya.

TRENDING :  HUT ke 63 RSUD dr. R. Sutrasno Gelar Operasi Gratis

Sebaliknya, lanjut dr. Fransiskus, melahirkan normal setelah sesar tidak boleh dilakukan apabila tidak diketahui riwayat SC sebelumnya, irisan vertikal pada rahim saat SC, sebelumnya kelahiran kembar, hamil sungsang, kehamilan lewat waktu, dan taksiran berat janin lebih dari 4000 gram.

Namun, orang yang telah dua kali melakukan operasi sesar sebaiknya tidak melakukan sesar pada kehamilan berikutnya. Hal ini dikarenakan resiko komplikasi pada ibu dan anak lebih tinggi.

TRENDING :  Pencairan Dana Alokasi Khusus Pendidikan Mundur

Dampak komplikasi paling berbahaya bagi ibu adalah reptur uretri atau robeknya rahim, yang akan meningkat oleh bertambahnya jumlah sesar sebelumnya. Bahkan, Dokter Rumah Sakit Mardi Rahayu ini mengungkapkan bahwa resiko robeknya rahim meningkat lima kali lebih besar pada operasi sesar selanjutnya.

“Sebenarnya orang yang melakukan operasi sesar tidak harus sesar kembali pada persalinan selanjutnya. Namun, harus diingat untuk memperhatikan dan mempertimbangkan keselamatan ibu dan buah hatinya,” tutupnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :