Blora Belajar Kelola Wisata di Banyuwangi

by
isknews

Blora, isknews.com (Lintas Blora) – Pemerintah Kabupaten Blora Jawa Tengah, belajar pengelolaan wisata di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, Jum’at (10/3/2017). Rombongan meliputi Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Pemuma Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar), dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Blora Arif Rohman. Rombongan tersebut, disambut oleh Asisten Pembangunan dan Kesra Kabupaten Banyuwangi, Agus Siswanto.isknews

Menurut Agus, ada 4 variabel mengapa memilih pariwisata menjadi unggulan di Banyuwangi. Diantaranya, konsolidasi budaya. Mengangkat kearifan lokal sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat.

Kemudian lanjut dia, konsolidasi infrastruktur. Setiap tahun terdapat 300 kilometer (km) dilakukan pembangunan infrastruktur jalan sebagai pendukung wisata. Sehingga masyarakat menjadi senang. “Untuk tahun ini, terdapat 600 km yang akan dilakukan pembangunan,” kata dia.

TRENDING :  Bocah Difable Raih Medali Emas dan Perak

Berikutnya Konsolidasi perilaku, Selama ini masyarakat pesisir pantai cenderung melakukan penangkapan ikan dengan bom. Lamban laun, dengan adanya penggenjotan sektor wisata, masyarakat menjadi sadar sendiri.

TRENDING :  Ngetrip Bareng Sedulur ISK , Prosotan Alami Ala Kedung Paso Desa Japan Dawe

Selanjutnya konsolidasi ekonomi. Dengan banyaknya aktivitas kunjungan wisata, perekonomian masyarakat berputar semakin cepat. Sehingga pendapatan perkapita masyarakat melonjak 80 persen dari Rp 20,8 juta per tahun pada 2010 menjadi Rp 37,5 juta per tahun 2015. Angka kemiskinan berhasil berkurang dari yang tahun 2010 mencapai 20,4 persen, pada 2015 sudah turun menjadi 9,2 persen.

TRENDING :  Tradisi Beri Makan Ketupat dan Lepet Pada Bulus di Sumber Hadipolo

Pada kesempatan itu, pemkab banyuwangi juga memaparkan jurus pengelolaan wisata dengan jurus 3A (atraksi, akomodasi, dan aksesilibitas) sesuai dengan arahan dari kementrian pariwisata. Strategi pengelolaan wisata di Kabupaten Banyuwangi.

Mengetahui hal itu, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman merasa tertarik dan berencana melakukan belajar lebih lanjut. Terutama pada penurunan angka kemiskinan yang semakin menurun. “Targetnya di Blora juga harus turun,” ungkapnya. (as)

KOMENTAR SEDULUR ISK :