Bonus Demografi di Jepara, Didukung Generasi Produktif yang Berkualitas

oleh

Jepara, ISKNEWS.COM – Bonus demografi yang terjadi di Kabupaten Jepara ini harus ditangkap sebagai peluang positif dan harus didukung generasi produktif yang berkualitas. Hal ini disampaikan Asisten II Setda Jepara Mulyaji, pada Seminar Kebijakan Pengendalian Kependudukan, Kamis (20-12-2018), di Pendapa Kartini Jepara.

Dikatakan Mulyaji, bonus demografi terjadi dimana saat ini, jumlah penduduk usia produktif lebih banyak ketimbang usia non produktif. Dari sekitar 1,2 juta penduduk di Kabupaten Jepara, 60 persen berusia produktif (15-64 tahun). Sedangkan 40 persen sisanya merupakan usia balita dan lansia. “Kondisi ini menunjukkan Kabupaten Jepara, berada pada bonus demografi,” kata dia.

TRENDING :  PPh Dipangkas, Setoran Pajak UMKM Diharapkan Meningkat

Bonus demografi ini bagaikan pedang bermata dua. Menjadi keuntungan jika bisa memberikan manfaat. Namun juga dapat berbalik menjadi puncak permasalahan, jika tidak dapat memanfaatkannya. Seperti tumbuhnya angka pengangguran, kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

TRENDING :  Polisi Sita Ratusan Botol Miras dari Rumah Seorang Janda

Ketua Koalisi Kependudukan Jawa Tengah Saratri Wilonoyudo mengatakan, ada empat syarat yang harus dipenuhi agar bonus demografi ini dapar berhasil. Diantaranya, waras, wareg, wasis serta dukungan lingkungan sekitar.

Waras artinya sehat, baik sehat jasmani maupun rohani, wareg artinya kenyang, artinya mempunyai pekerjaan dan kompetensi yang mapan untuk menghidupi keluarganya, wasis artinya pandai dan menguasai berbagai bidang keahlian. Terakhir, daya dukung lingkungan sekitar. “Empat hal ini harus terpenuhi, agar bonus demografi di Kabupate Jepara ini berhasil,” kata dia.

TRENDING :  Jelang Piala Soeratin, Persijap dan Askab PSSI Bangun Kesepahaman

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BP3AP2KB) Jepara Inah Nuroinah mengatakan, bonus demografi ini, harus didukung dengan generasi produktif yang berkualitas. Jangan sampai peluang ini, justru menjadi permasalahan baru di Kabupaten Jepara.

KOMENTAR SEDULUR ISK :