Bordir Icik Sebagai Salah Satu Andalan Bordir Di Kudus

image

Kudus, isknews.com – Bertepatan dengan hari perempuan internasional yang diperingati pada tanggal 8 Maret merupakan sebuah hari besar yang dirayakan di seluruh dunia untuk memperingati keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, politik dan sosial.

Hj. Sri Amini (60) adalah salah satu  sosok perempuan hebat dari Desa Karangmalang Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus yang  patut di contoh terutama bagi generasi muda saat ini yang kurang tertarik dengan Bordir icik khas Kudus. Bordir icik menjadi salah satu andalan kerajinan bordir di Kabupaten Kudus. Perjuangan sosok wanita hebat ini dimulai sejak 1972 dengan mengikuti kursus bordir dikawasan Kauman Menara Kudus. Bekal dari kursus tersebut memutuskan untuk bekerja bordir di konveksi, namun hanya 6 bulan dan memtuskan untuk berhenti karena kesibukan merawat anak yang masih bayi.

“Setiap pagi saat saya merawat anak di halaman rumah banyak sekali para perempuan yang lewat di depan rumah dengan berjalan kaki menuju tempat mereka bekerja di konveksi bordir daerah Kudus. Dalam hati ingin sekali membuka usaha bordir sendiri di rumah agar para perempuan itu tidak  terlalu jauh dan tidak terlalu capek dalam menuju tempat kerja. Awal mula keinginan membuka usaha bordir icik terkendala ijin dari suami, namun lama kelamaan akhirnya di perbolehkan membuka usaha dan pada tahun 1985 mempunyai 1 karyawan, hingga pada tahun 1990 an merupakan puncak kejayaan bordir icik Kudus dan saya bisa mempunyai karyawan sebanyak 25 orang” Ujar Sri Amini pada isknews.com pada Selasa 8/6 di Galery miliknya.

TRENDING :  Rakit Terguling Dua Bocah Remaja Meninggal Di Waduk Gembong Pati

Setelah perkembangan zaman akhirnya lambat laun bordir icik mengalami kemunduran hingga tahun 1995 hanya ada 15 karyawan dan di tahun 2000 an sampai sekarang hanya mempunyai 5 karyawan, namun yang  tetap hanya 2 dan ada beberapa yang dikerjakan dirumah. Namun usaha dan kegigihan perempuan hebat satu ini tak pernah padam meskipun karyawan menurun tetap mempertahankan dengan mendatangi dan memberi pekerjaan pada karyawan dengan datang kerumah. Usahanya seperti itu agar aset daerah yang perlu kita jaga ini tidak punah karena tergerus oleh perkembangan zaman.

TRENDING :  Kapolres Pati Siap Brantas Pungli.

“Dulu pemasaran bordir icik khas Kudus disetorkan ke pasar-pasar salah satunya di tanah abang jakarta, namun karena kerjasama yang kurang baik dengan para pedagang disana akhirnya saya memutuskan untuk membuka Galery dirumah jadi jika ada yang ingin membeli bordir icik bisa langsung datang ke Galery. Bordir icik khas kudus biasa dikerjakan dalam waktu 1 sampai 3 bulan dan soal harga bervariasi mulai dari 300 ribu hingga mencapai jutaan rupiah tergantung tingkat kerumitan dan bahan yang digunakan. Dan keuntungan yang di dapat  bukan hanya materi namun juga kepusaan dan kepercayaan pelanggan sangat kami jaga, agar pelanggan yang memakai senang dan puas dan itu terbukti mereka selalu kembali ke Galery untuk memesan bordir lagi.”  Ujarnya 

Mulai tahun 2000 Bordir Sri Rejeki mulai mengikuti berbagai pameran di berbagai daerah dan provinsi dan sudah diberi label produk unggulan. Puncaknya pada tahun 2014 mengikuti pameran bergengsi Inacraft yang merupakan pameran kerajinan terbesar Indonesia yang diadakan setahun sekali di JCC Jakarta tiap bulan April dan diikuti oleh pengusaha kerajinan atau pengrajin itu sendiri dari pengrajin kecil hingga pengusaha besar dari seluruh Nusantara.

TRENDING :  ​Silatnas & ​Ngaji Bareng Masyayikh, Hadiah 90 Tahun Madrasah TBS Kudus

“Biasanya saat kunjungan mentri  yang datang ke kudus souvenir yang diberikan kebanyakan dari produk bordir icik Sri Rejeki. Tak hanya sebagai souvenir biasanya para mentri dan pejabat kejaksaan, pangdam,  kapolri dan pejabat lainnya mereka biasa langganan di kami, mulai dari memesan lewat online kadang juga rombongan naik mobil datang langsung ke Galery Bordir Sri Rejeki. Disini bisa melihat langsung bordir icik Kebaya, Mukena, Hem Bordir, Koko, Selendang, Souvenir dll.” Tambahnya

“Harapannya generasi muda nanti bisa mencintai dan mengembangkan bordir icik khas kudus karena bordir icik merupakan aset daerah yang sudah mulai langka dan sudah semestinya di jaga dan dilestarikan agar nanti tidak diakui oleh negara lain.”katanya

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post