Bosnia Dan Warung Sedekah, Gratis Bagi Kaum Dhuafa

Bosnia Dan Warung Sedekah, Gratis Bagi Kaum Dhuafa
14502845_10206989550046382_3550434553843258170_n
Aktifitas Warung Sedekah yang di kelola Bosnia Sasmito (Foto-foto : Yuliadi Mohammad)

Kudus, isknews.com – Namanya Sasmito, tapi orang biasa memanggilnya “Bosnia” Sasmito, pria 49 tahun asal desa Payaman Mejobo Kudus, sudah hampir setahun ini dirinya membuka kedai kecil di pinggir jalan Ahmad Yani Kudus sebelah utara gang 1, sebuah lapak tenda sederhana yang didirikannya di atas trotoar itu dan diberinya nama “Warung Sedekah”, meski ada kata Warung tertera di layar tendanya, namun jangan harap mereka yang mampir dan makan di tempat ini akan di tarik bayaran, ya Warung Sedekah adalah kedai gratis yang di peruntukkan bagi para dhuafa, fakir, miskin dan musafir.

Sesungguhnya Bosnia dengan aktifitasnya ini, adalah sosok yang sangat anti publikasi, selalu menghindar dan menolak  untuk diwawancarai ataupun diambil gambarnya oleh awak media, “Bukan apa-apa, jangan kurangi niat ikhlas hati saya untuk bersedekah, saya takut ini akan menjadi riya dan apa yang telah saya lakukan menjadi kurang bermakna di mata Allah, karena apa yang kami lakukan ini hanya mengharap keridhoan Allah semata,” kilahnya sambil berlari menghindar ketika melihat awak media merogoh kamera untuk memotretnya, sehingga gambar tentang sosok Bosnia ini tak pernah fokus dengan baik.

Namun dengan berbagai cara, akhirnya media ini berhasil mewawancarainya, Bersama istri dan anaknya, Bosnia menggelar lapaknya pada tiap hari Kamis dua minggu sekali untuk melayani orang-orang yang mengantre makan gratis di warungnya, “Mulanya mereka menganggap aktifitas kami ini hanya hangat-hangat tahi ayam alias tak akan bertahan lama, insidentil seperti komunitas-komunitas yang menggelar buka puasa gratis ketika di Bulan Ramadhan, namun Alhamdulillah aktifitas kami ini masih kuat berjalan hingga hampir setahun bulan depan ini,” ujarnya.

BACA JUGA :  KAAP dan Kodim Pati Satu Hati, Satu Jiwa, Cinta lingkungan

“Mulai hitungan bulan ketiga, banyak para dermawan hamba Allah yang sudah ikut berpartisipasi dan bergabung mengirimkan makanan untuk di bagikan kepada kaum dhuafa dengan menitipkan ransum-ransum masakannya di warung kami ini”.

“Dari minggu ke minggu porsi makanan kami semakin bertambah, tak kurang sekarang ini kami menyediakan untuk makan masyarakat hingga paling sedikit 300-an porsi, dari awal yang hanya menyediakan 150 porsi saja ketika dirinya pertama kali membuka “warung Sedekah” ini,” imbuhnya.

Warung Sedekah dibuka mulai pukul 16.30 sore tiap  hari Kamis minggu pertama dan ketiga, “biasanya dalam rentang waktu kurang lebih satu jam makanan kami langsung ludes, oleh para warga yang singgah dan makan di warung kami,” tambah Alumni Ushuluddin STAIN Kudus ini.

BACA JUGA :  Perlu Aturan Baku Tata Kelola Sampah CFD

Begitu juga dengan suasana sore itu, terlihat para tukang becak,  musafir dan anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi mampir ke warung sedekah yang di kelola oleh Bosnia ini, Kamis (22/12/16), “pokoknya warung kami terbuka untuk semua kalangan orang-orang dhuafa tanpa mengenal suku, agama dan ras, menunya pun lumayan berkualitas, bahkan tersedia juga aneka minuman termasuk beberapa varian minuman es dan air mineral,” tuturnya.

Ditanyakan mengenai tujuan menggelar warung sedekah ini, dirinya menyampaikan, “ya sedekah itu ternyata tak harus menunggu kita kaya, yang jelas kegiatan ini karena saya sedang berusaha mengimplementasikan makna Surat Al-Insaan [76] Ayat 9, yang artinya Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih, sudah begitu saja simple;” kilahnya.

Ketika ditanya apakah ini sebagai aktifitas bersyukur karena dirinya pernah lolos dari maut akibat kecelakaan sepeda motornya yang terbilang parah, yang mengakibatkan dirinya koma selama berminggu-minggu bahkan sempat mengalami insomnia dalam waktu yang lama,  lelaki yang ramah dan bicaranya ceplas-ceplos ini mengatakan,”Saya memang bersyukur lolos dari maut, karena hampir banyak orang menganggap saya tak mungkin terselamatkan akibat luka parah di bagian kepala waktu itu, tapi kegiatan ini bukan karena itu, ini murni seperti jawaban saya tadi implementasi salah satu ayat di Alqur’an,” ujar pria yang kini bertani dan pernah merajai sebagai pemilik lapak-lapak surat kabar yang ada di sudut-sudut kota Kudus ini, sebelum peristiwa kecelakaan parah yang menimpa dirinya.

BACA JUGA :  SERAMBI (Sebar Jilbab Bersama KAMMI) Usung Tema "Love Yourself Love Your Hijab"

Ditanyakan apa dampak positif yang diterimanya setelah rutin menggelar warung sedekah, “kini hidup saya merasa tenang, persis seperti yang tertuang dalam makna Surat At-Taubah [9] Ayat 103, Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” kata Bosnia.

Bila ada warga yang ingin berpartisipasi dalam “warung Sedekah”, bosnia menyampaikan, “Kirim saja langsung ke lokasi pada hari dan jam kegiatan warung ini berlangsung, atau sebelumnya kita bicarakan dulu untuk membicarakan mekanisme ‘berbagi’nya termasuk menu yang lebih dibutuhkan,  itu saya rasa akan lebih baik, dengan catatan tanpa syarat apapun yang mengikat, termasuk tanpa bendera dan embel-embel organisasi maupun lembaga apapun,” pungkasnya. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post