BPBD Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana

oleh
Waspadai-Cuaca
Foto: Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air Sungai Tanggulangin. Sehingga berpotensi menimbulkan bencana banjir. (Yuliadi Mohammad/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi di akhir Januari 2018 hingga kini, telah mengakibatkan beberapa titik wilayah di Kabupaten Kudus tergenang banjir. Di musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, mengimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai cuaca yang berpotensi menimbulkan bencana.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan, saat dihubungi isknews.com, Kamis (15-02-2018), mengatakan hal itu. Menurut dia, curah hujan pada bulan November 2017 di Kabupaten Kudus, berkisar antara 151- 500 mm.

TRENDING :  Tangani Kekeringan, BPBD Hanya Anggarkan 22 Juta

“Banjir dan longsor merupakan potensi bencana di musim penghujan, telah mengakibatkan banjir di beberapa tempat,” jelasnya.

Saat hujan deras seharian yang turun hampir merata di Kabupaten Kudus, pada tanggal 5 Februari 2018, bencana banjir terjadi di 17 desa yang tersebar di lima kecamatan. Jumlah rumah warga yang terkena dampak banjir, lanjutnya, mencapai ribuan rumah karena ada yang berdampak hingga di semua rukun tetangga maupun yang hanya separuhnya.

“Di Desa Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo, rumah warga yang terdampak terjadi di semua rumah penduduk, tersebar di RT 04 dan 02 RW 08 serta RT 04 dan 02 RW 09,” rincinya.

TRENDING :  Nyaris Gagal Partai Berkarya Daftar Paling Akhir

Selain menimpa rumah penduduk, imbuh Bergas, intensitas hujan yang tinggi juga menyebabkan beberapa tanggul sungai jebol. Akibatnya air meluap dan tumpah hingga menggenangi permukiman warga di sejumlah desa. Yakni Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo dan Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, akibat jebolnya tanggul Sungai Piji, serta Desa Medini, Kecamatan Undaan, akibat meluapnya Sungai Tanggulangin.

Tanggul yang letaknya di Desa Hadiwarno, sudah diperbaiki dengan menumpuk karung plastik yang diisi material tanah maupun pasir. Sedangkan untuk tanggul di Desa Sadang, belum selesai seluruhnya karena masih menunggu material tanah yang hingga kini belum tersedia.

TRENDING :  Asal Usul Desa Kramat Kudus

“Mudah-mudahan, bisa tuntas secepatnya agar banjir tidak kembali muncul,” jelas Kalakhar BPBD Kabupaten Kudus itu.

Sementara itu, Camat Mejobo, Harso Widodo yang dihubungi terpisah mengatakan, lima desa di Kecamatan Mejobo yang sebelumnya dilanda banjir, saat ini sudah surut. “Kalaupun masih ada genangan, hanya di areal persawahan.” (DM/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :