BPD Tahunan Segera Klarifikasi Tiga Warga Peminjam Uang Desa

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Pasca ditetapkanya mantan Bendahara sekaligus Kaur Keuangan Desa/Kecamatan Tahunan Abdurrahman oleh Kejaksaan Negeri Jepara, Selasa (10/1/2017) karena kasus korupsi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tahunan menyatakan akan segera melakukan klarifikasi terhadap tiga warganya. Klarifikasi itu dilakukan kepada tiga warga yang hutang uang desa tersebut.

“Kita awalnya tidak mengetahui jika uang yang diselewengkan oleh Abdurrahman sebagian dihutangkan kepada pihak lain. Awalnya, semuanya mengira jika uang itu digunakan untuk keperluan pribadinya,” kata Ketua BPD Tahunan Muhlisin, Rabu (11/1/2017).

Baca Juga :  Status Sekdes Belum Jelas

Muhlisin menambahkan, ketidaktahuan pihak desa jika dana tersebut sebagian dipinjamkan ke orang lain, lantaran pihak desa sulit berkomunikasi dengan yang bersangkutan sejak kasus itu mencuat. Bahkan pihaknya melakukan dua kali pemanggilan untuk kehadiran Abdurrahman saat menjabat Bendahara Desa. Tapi tak pernah hadir.

“Dalam waktu dekat, BPD akan segera berkoordinasi dengan perangkat lainnya termasuk Ketua RT dan RW untuk menindaklanjuti hal ini. Termasuk soal proses klarifikasi terhadap tiga warganya yang diketahui dipinjami uang dari Abdurrahman,” jelasnya.

Baca Juga :  Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi : Luka Bakar Peserta Perang Obor Langsung Sembuh, Sesudah Dibalur Cairan Dengan Ritual Khusus

Sebagaimana di ketahui, Abdurrahman ditahan karena menyelewengkan Silpa Alokasi Dana Desa tahun anggaran 2015 sebesar Rp 135.112.527. Dari jumlah itu, tersangka baru mengembalikan sebesar Rp 10 juta pada 10 Agustus lalu. Sehingga sampai dengan saat ini masih tersisa kerugian desa yang wajib dikembalikan sebesar Rp 125.112.527. “Kami fokus agar uang-uang itu dikembalikan. Soal hukum, biar berjalan sesuai dengan sistem dan diserahkan kepada pihak berwenang,” tegasnya. (ZA)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?