BPJS Ketenagakerjaan Undang Perusahaan Peserta Untuk Tertib Iuran dan Administrasi

by
Jpeg

Kudus, Isknews.com – Sekitar 8,9 persen peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di kabupaten Kudus belum tertib secara administrasi dan iuran.

Untuk Sosialisasi kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan Kudus Bekerjasama dengan Kajari dan Dinsosnakertrans telah menggelar Optimalisasi Manfaat Tertib Iuran dan Administrasi yang digelar di Hall Hotel Griptha, Rabu (16/11). Hadir dalam acara tersebut dari kepala kejaksaan negeri Kudus Hasran Harahap S, Dinas Ketenagakerjaan diwakili Agus Sumarlan yang masing masing menyampaikan sambutan nya dihadapan undangan kurang lebih 25 peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Kudus

Petugas pemeriksa perusahaan BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Andy Priyono kepada Isknews.com menjelaskan, kurang tertibnya administrasi peserta biasanya dilakukan oleh perusahaan tanpa adanya alasan atau pernyataan yang disampaikan. “Biasanya berupa keterlambatan pembayaran disebabkan tidak adanya pelaporan ke kami” katanya

TRENDING :  Menpan dan RB : Kudus Bisa Jadi Contoh Bagi Daerah Lain, Bila Bisa Capai Standar Pelayanan Publik Nasional

Problem keterlambatan iuran, lanjutnya, bisa berdampak pada keterlambatan pelayanan, seperti penundaan sementara untuk pelayanan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM) dan sampai pembayaran dilakukan oleh perusahaan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :