BPJS Ketenagakerjaan Undang Perusahaan Peserta Untuk Tertib Iuran dan Administrasi

BPJS Ketenagakerjaan Undang Perusahaan Peserta Untuk Tertib Iuran dan Administrasi

Kudus, Isknews.com – Sekitar 8,9 persen peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di kabupaten Kudus belum tertib secara administrasi dan iuran.

Untuk Sosialisasi kepada peserta, BPJS Ketenagakerjaan Kudus Bekerjasama dengan Kajari dan Dinsosnakertrans telah menggelar Optimalisasi Manfaat Tertib Iuran dan Administrasi yang digelar di Hall Hotel Griptha, Rabu (16/11). Hadir dalam acara tersebut dari kepala kejaksaan negeri Kudus Hasran Harahap S, Dinas Ketenagakerjaan diwakili Agus Sumarlan yang masing masing menyampaikan sambutan nya dihadapan undangan kurang lebih 25 peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kabupaten Kudus

Petugas pemeriksa perusahaan BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Andy Priyono kepada Isknews.com menjelaskan, kurang tertibnya administrasi peserta biasanya dilakukan oleh perusahaan tanpa adanya alasan atau pernyataan yang disampaikan. “Biasanya berupa keterlambatan pembayaran disebabkan tidak adanya pelaporan ke kami” katanya

TRENDING :  Refleksi 7 tahun Bupati Mustofa pimpin Kudus

Problem keterlambatan iuran, lanjutnya, bisa berdampak pada keterlambatan pelayanan, seperti penundaan sementara untuk pelayanan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM) dan sampai pembayaran dilakukan oleh perusahaan.

Selain itu, kurang optimalnya pengembangan tabungan jaminan hari tua (JHT) disebabkan penghitungan bunga yang baru dilakukan setelah iuran dibayarkan. “Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama perusahaan agar membayar secara tertib, sehingga tenaga kerja bisa langsung memperoleh haknya,” ucap Andy

Selain melakukan sosialisasi secara langsung, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan Informasi mengenai BPJS Ketenagakerjaan yang bisa di Akses Melalui SMS, Untuk menggunakan layanan informasi itu, peserta diharuskan mendaftar dulu, juga melalui SMS, dengan mengetik pesan DAFTAR SALDO#Nomor KTP#Nama peserta#Tanggal lahir (DD-MM-YYYY)#Nomor Peserta, dan kirimkan ke 2757.

TRENDING :  ​Forum UMKM Didukung Bank BNI 46 

Setelah mendaftar, peserta dapat mengetahui saldo sewaktu-waktu dengan mengetik pesan dengan format saldo(spasi)nomor peserta dikirim ke 2757. Nantinya operator akan membalas pesan singkat itu dengan informasi jumlah saldo BPJS Ketenagakerjaan.

Andy Priyono menyatakan layanan itu sengaja dirancang untuk memudahkan tenaga kerja mengakses informasi BPJS Ketenagakerjaan, selain melalui aplikasi yang sudah dirancang dan dapat dibuka melalui telepon pintar.

“Informasi yang diperoleh dari SMS dan telepon pintar sama, cuma yang satu ‘base’ data dan satu lagi pulsa,” katanya.

Ia menegaskan, informasi saldo melalui pesan singkat hingga kini baru bisa dinikmati untuk peserta pekerja penerima upah, sedangkan untuk pekerja bukan penerima upah belum dapat menikmati layanan itu.

TRENDING :  Pangan : Hidup Matinya Suatu Bangsa

BPJS Ketenagakerjaan masih membangun sistem informasi untuk pekerja bukan penerima upah.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Andy itu memastikan hak yang diterima peserta bukan penerima upah tetap sama haknya dengan penerima upah, misalnya mendapatkan pelayanan di trauma center,”terangnya

Dia berharap, persentase ketertiban administrasi dapat meningkat setelah sosialisasi dilaksanakan. Dia juga meminta perusahaan untuk memikirkan hak-hak tenaga kerjanya dengan baik melalui tertib pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Bagaimanapun, Manfaat jaminan kecelakaan kerja merupakan program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk penggantian pendapatan berupa santunan dan kompensasi, pelayanan kesehatan dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecalakaan kerja mulai dari saat berangkat kerja, didalam lingkungan kerja, sampai tiba kembali kerumah atau menderita penyakit akibat kerja.”Pungkasnya.(AS)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post