BPPK 45 Kudus Bekali Generasi Muda Nilai Pancasila dan Cinta NKRI

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Ratusan pelajar dan mahasiswa mengikuti Tasyakuran & Sarasehan Peringatan Hari Pahlawan Ke 73 Tahun 2018 di Aula Masjid UMK Jl. Lingkar Utara Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, Rabu (21/11/2018).

Sebagai penyelenggara, Kolonel Purn. Soekardi, Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Kudus mengatakan, Tugas Pokok BPK 45 adalah menyebarkan semangat Pancasila dan NKRI untuk membekali kecintaan terhadap NKRI pada generasi-generasi selanjutnya, serta untuk membangkitkan kembali dan membudayakan juang 45 kepada generasi muda dalam rangka menumbuh kembangkan jiwa patriotisme dan Nasionalisme bagi pemuda pemudi.

TRENDING :  Hari Anti Korupsi Sedunia : Kudus “Zona Aman" Bagi Pelaku Korupsi

Ia ingin agar generasi muda seperti OSIS dan Mahasiswa dapat memahami dan menyerap maksud dari bela negara dalam rangka ikut serta menjaga keutuhan NKRI.

Sementara Ketua DHD BPK 45 Propinsi Jawa Tengah Kolonel Purn. Sutarto bertanya kepada audience, Sudahkah kita menghargai jasa-jasa para pahlawan? “Jangan sekali-kali melupakan perjuangan para pahlawan. Para pemuda pemudi saat ini kurang memahami perjuangan 45 sehingga kurangnya jiwa Nasionalisme bahkan tidak mengenal para pejuang Kemerdekaan atau pahlawan Nasional,” ucapnya.

TRENDING :  Bupati Kudus : Bantuan Rastra Harus Tepat Sasaran

Terlebih, 55% Mahasiswa di Indonesia menolak pancasila dan 19% PNS di Indonesia menolak pancasila. Dengan adanya hal tersebut diatas, sangat miris karena kurangnya pemahaman Pancasila dan UUD 1945 sebagai idiologi negara, serta cinta NKRI.

Oleh karena itu, kewaspaan Nasional saat ini harus ditingkatkan. Adanya seminar-seminar kebangsaan sangat membantu memberikan pemahaman yang kuat tentang pancasila, UUD 1945 dan NKRI bagi generasi muda khususnya.

TRENDING :  Tanamkan Karakter Anak Lewat Dongeng

“Sebagai Organisasi Pejuang dan Moral, maka BPK 45 bertujuan membantu Pemerintah dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI dari pihak2 yang ingin memecah belah. Saat ini rongrongan justru datang dari dalam sendiri. Adanya kelompok yang menolak Pancasila sebagai idiologi NKRI,” tutupnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :