BPS Kudus : Deflasi Bulan Juli Terjadi Pada Kelompok Padi-Padian

BPS Kudus : Deflasi Bulan Juli Terjadi Pada Kelompok Padi-Padian

Kudus, isknews.com – Kelompok bahan makanan pada Juli 2016 mengalami inflasi 3,12 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 144,10 pada Juni 2016 menjadi 148,59 pada Juli 2016.  Dari 11 subkelompok yang ada,  delapan diantaranya mengalami inflasi, dan tiga subkelompok mengalami deflasi.

Seperti dituangkan dalam Berita Resmi Statistik Kabupaten Kudus No. 07/07/Th. III, 2 Agustus 2016, subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah bumbu-bumbuan 8,75 persen dan subkelompok yang mengalami inflasi terendah adalah bahan makanan lainnya 0,09 persen. Sedangkan deflasi terjadi pada subkelompok padi-padian 0,16 persen; telur, susu & hasilnya 1,08 persen, dan kacang-kacangan 0,02 persen. Kelompok bahan makanan pada Juli 2016 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,77 persen,  merupakan penyumbang inflasi terbesar bulan ini.

TRENDING :  Harga Cabai Rawit Setan Kian Pedas

Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain: cabai rawit, bawang merah, jeruk, kelapa, daging ayam kampung, daging ayam ras, daging sapi, rampela hati ayam, bandeng, bawal, belanak, cumi-cumi, ikan gabus, lele, mujair, tongkol, udang basah, teri, ikan panggang, makanan bayi, telur ayam kampung, buncis, kacang panjang, kentang, ketimun, kol putih, sawi hijau, wortel, anggur, apel, melon, salak, semangka, bawang putih, kemiri, cabai merah, minyak goreng, dan emping mentah.

TRENDING :  Beberapa Bahan Pokok Di Kabupaten Kudus Alami Kenaikan Harga

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu: beras, telur ayam ras, susu untuk tulang, susu cair kemasan, bayam, kangkung, kembang kol, labu siam, tauge/kecambah, terong panjang, tomat sayur, dan kacang tanah. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post