Bukti Nyata Aksi Sosial Kumpulan Anak Asli Pati, Saling Berbagi Tanpa Ada Tedensi.

Pati, Isknews.com Lintas Pati -Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP) adalah salah satu wadah perkumpulan di group Facebook yang memiliki ribuan member dari Anak Asli Pati, baik yang tinggal di Pati maupun yang tinggal dan bekerja di perantauan, Ternyata Group yang exsis di jejaring sosial tersebut dalam kepengurusannya memiliki Divisi yang fokus membidangi persoalan sosial.

Seperti yang terjadi kali ini, minggu 16/10. sebagian member Kumpulan Anak Asli Pati saling berbagi bersama Mbah Sutini (68 Th) warga Dukuh Gendongan, Desa Kedumulyo Rt. 04 Rw. 01 Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Lansia yang tinggal sebatang kara dan mengalami kepikunan, sehingga mengugah hati dari para member Kumpulan Anak Asli Pati (KAAP) untuk mendonasikan bantuan.

BACA JUGA :  Bordir Icik Sebagai Salah Satu Andalan Bordir Di Kudus

Heryna salah satu pengurus KAAP menuturkan kepada awak media,”Dipilihnya rumah Mbah Sutini ini berawal dari postingan salah satu member grup KAAP yang memberikan informasi tentang keadaan Mbah Sutini di grup facebook itu. Setelah dikroscek kebenarannya akhirnya hari ini rekan-rekan menindaklanjuti informasi tersebut dengan mendatangi dan melihat langsung keadaan Mbah Sutini,” tutur perempuan asal Ds. Cengkalsewu itu.

Mbah Sutini merupakan seorang nenek sebatang kara. Di usia tuanya ia tidak seperti nenek-nenek lain yang bisa bercengkerama dengan cucu-cucu nya untuk menikmati masa tuanya. Ia pun hanya tinggal di rumah sederhana yang hanya ada tikar untuk ia tidur. Sedangkan untuk makan sehari-hari ia hanya mengandalkan belas kasihan dari para tetangga yang mengantarkan makanan untuknya.

BACA JUGA :  Jabatan dan gaji sudah besar namun masih saja dapat ceperan.

Sebenarnya ia telah ditawari oleh Dinas Sosial untuk dirawat, tapi karena kecintaannya terhadap tempat tinggal dan kampungnya mbah Sutini enggan menerima tawaran itu. Ia lebih memilih untuk hidup apa adanya sampai sekarang.

Kondisi fisik yang sudah mulai rabun, pikun dan tuli membuat ia hanya bisa memakai bahasa isyarat jika menginginkan sesuatu.

“Sebelum kami pamit mbah Sutini berkata kepada rekan-rekan KAAP dan minta didoakan agar di akhir hidupnya nanti ia diberi mati yang khusnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di surgaNYA,” pungkasnya.

Share This Post