Buntut Kerusuhan, 13 Suporter Diamankan

Buntut Kerusuhan, 13 Suporter Diamankan

Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) – Buntut dari aksi kerusuhan antara suporter Persijap Jepara dan PSS Sleman, Rabu (17/5/2017) malam, aparat kepolisian Jepara mengamankan 13 suporter Persijap Jepara. 13 suporter yang diamankan itu diduga pelaku kerusuhan. Selain suporter, polisi juga mengamankan 11 sepeda motor. Hal ini disampaikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho melalui Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi, Kamis (18/5/2017).

Menurut Slamet, 13 suporter kini masih diamankan untuk diperiksa. Mereka diamankan lantaran saat kejadian berada di lokasi kejadian, diduga mereka ada yang melempar maupun aksi-aksi merusak lainnya. “Saat ini mereka masih kita periksa hingga 1×24 jam. Kita dalami, jika dari hasil penyelidikan memungkinkan ada tambahan lagi, semuanya tergsntung hasil pemeriksaan,” katanya saat bertemu wartawan.

TRENDING :  Lawan PSGC, Persijap Hanya Bawa 15 Pemain

Slamet  menceritakan, aksi kerusuhan suporter itu terjadi saat ratusan suporter Persijap melakukan penghadangan terhadap suporter Sleman yang hendak pulang dari stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Penghadangan dilakukan di depan ATM BNI Desa Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan sekitar pukul 22.30.

“Saat penghadangan, suporter melakukan pemecahan kaca bus Cipta Usaha Jaya nopol AA 1490 BC yang dikira suporter Sleman, namun ternyata bus yang ditumpangi tim ISP Purworejo junior yang Rabu sore bertanding melawan Persijap junior di Stadion Kamal Junaidi Jepara. Dari penumpang bus salah sasaran ini diamankan di Polsek Kalinyamatan,” katanya.

TRENDING :  Halal Bihalal Ini Bertujuan Pererat Tali Silaturrahmi Seluruh Anggota Kodim Jepara

Sekitar sejam kemudian, lanjut Kabag Ops, suporter Persijap semakin bertambah, dan memblokir jalan pertigaan arah Desa Banyuputih dengan membakar ban bekas serta melakukan pelemparan ke suporter Sleman. Polisi yang melakukan pengawalan terhadap suporter Sleman menghalau massa dengan menembakkan gas air mata, namun justru suporter Persijap menyerang petugas kepolisian dengan melempar batu dan kembang api. “Karena kewalahan, sekitar pukul 01.00, kita minta bantuan dari Polres Kudus dan Demak,” jelasnya.

Setelah berhasil dipukul mundur, kata Slamet, sekitar pukul 02.30 WIB, suporter Persijap kembali menghadang di perempatan Mayong dengan membakar ban dan menaruh sisa-sisa cor. Suporter Persijap juga menyerang petugas dan suporter Sleman, karena merasa terdesak suporter Sleman yang berada di mobil akhirnya keluar dan melakukan perlawanan. “Akhirnya sekitar pukul 03.00 suporter Sleman dengan pengawalan aparat kepolisian berhasil keluar dari wilayah Kabupaten Jepara,” imbuhnya.

TRENDING :  Tak Memenuhi Syarat, Berkas Partai IDAMAN Dikembalikan

Slamet menambahkan, meskipun tidak ada korban jiwa, akibat peristiwa ini setidaknya tiga unit sepeda motor di bakar di sekitar perempatan Mayong. Satu unit mobil Avanza yang diparkir di depan rumahnya warga juga turut menjadi korban pengrusakan. “Untuk membubarkan massa ini, kita menghabiskan lebih dari 50 gas air mata. Total aparat pengamanan yang terlibat pengamanan kericuhan ini sekitar 410 personil,” jelasnya. (ZA)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*