Bupati Akan Terbitkan Keputusan Penetapan PMPH Demi Optimalkan Peran Relawan Lingkungan

Bupati Akan Terbitkan Keputusan Penetapan PMPH Demi Optimalkan Peran Relawan Lingkungan

KUDUS, isknews.com -Hutan di pegunungan Muria menjadi sumber air baku di wilayah tiga kabupaten. Yaitu Kudus, Pati, dan Jepara. Untuk itu kelestarian lingkungan hutan di gunung paling utara di Pulau Jawa ini harus dipertahankan. Untuk melihat kondisi yang sebenarnya, Bupati Kudus H. Musthofa ’mendaki’ hutan di gunung Muria, Selasa (19/7).

hutanmuria (13)Dengan perjalanan yang cukup menantang -yaitu dengan naik motor di jalan setapak- Pak Bupati melihat langsung kondisi hutan Muria. Bersama Sokib, ketua Paguyuban Masyarakat Pelestari Hutan (PMPH), bersama sejumlah anggotanya merebos hutan hingga ke kebun kopi dan kebun parijoto di ketinggian +1.600 meter dpl.

Melihat kondisi hutan Muria yang begitu elok ini, Bupati Kudus memberikan apresiasi terhadap yang sudah dilakukan kelompok ini. Karena hutan di kawasan Muria ini semuanya telah tertata dengan baik. Untuk itu, dirinya akan menerbitkan Keputusan Bupati mengenai penetapan keanggotaan PMPH yang diketuai Sokib ini.

BACA JUGA :  SETIAP TAHUNNYA PEMERINTAH MENGALOKASIKAN DAN MENYALURKAN DBHCHT SEBESAR 2%, TERMASUK BIDANG KESEHATAN

”Pemerintah akan mengoptimalkan peran para relawan lingkungan ini. Agar bisa bersama-sama menjaga kelestarian hutan Muria ini sampai kapanpun,” kata Bupati pada kesempatan itu.

Bupati juga mengatakan peran tukang ojek dan masyarakat sekitar bagus. Terbukti dengan hijaunya kawasan pegunungan yang ramai dengan kicau burung itu. Termasuk peran dinas terkait juga akan dioptimalkan untuk memberikan ‘suplemen’ mengenai semua kebutuhan yang diperlukan di tempat tersebut.

”Yang dijaga di sini, bukan hanya flora dan fauna saja, tetapi juga sumber daya alam yang lain,” tambahnya.

Sementara itu, Sokib yang menjadi salah seorang calon penerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI sebagai pembina lingkungan hidup mengatakan dirinya bersama rekannya yang semuanya berjumlah 45 orang mengaku adanya kerja sama dengan Perhutani dan adanya peran masyarakat sangat bagus. Kelompoknya ini telah melakukan pelestarian lingkungan di kebun kopi sejak tahun 2000.

BACA JUGA :  Juara MTQ Sukun for Education Bakal Diarak Keliling Kudus

”Kami berharap kawasan ini bisa menjadi tempat wisata, termasuk wisata kebun kopi ini,” kata Sokib yang juga sebagai juru kunci makam Sunan Muria ini.(rg)

Share This Post