Bupati : Kebijakan Impor Beras Lukai Petani Kabupaten Pati

oleh
Kebijakan Impor Beras
Foto: Bupati Pati Haryanto : Hasil panen petani Pati sangat mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan Pati masih mampu menopang kebutuhan pangan nasional. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah pusat, dinilai akan melukai para petani di Kabupaten Pati. Sebab, hasil panen di Kabupaten Pati setiap tahunnya selalu surplus. Demikian dikatakan Bupati Pati Haryanto, usai mendampingi Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan panen raya di Desa Wotan, Sukolilo, Pati, Rabu (07-02-2018) kemarin.

Ia menambahkan, hasil panen para petani di Pati sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Bumi Mina Tani. Bahkan, hasil pertanian Kabupaten Pati bisa menyumbang untuk daerah lain.

TRENDING :  Upacara Peringatan hari Guru dan Ulang Tahun PGRI Pati di rayakan bersamaan

“Di Desa Wotan saja, dari 1.700 hektare lahan pertanian, mampu panen raya. Bahkan tahun ini termasuk surplus. Padahal di Kabupaten Pati ada sekitar 59 ribu hektare lahan pertanian yang siap panen. Tentunya tidak diperlukan impor beras,” ungkap Bupati.

TRENDING :  Laka Karambol, Satu Orang Tewas Lima Luka

Sebagai peraih penghargaan kabupaten dengan ketahanan pangan peringkat tiga nasional pada 2017 lalu. Haryanto bertekad, akan terus meningkatkan produksi beras di Pati. Akan tetapi, pemerintah pusat dengan kebijakannya juga harus memperhatikan nasib para petani di daerah, terutama yang terkait dengan Harga Pokok Penjualan (HPP).

“Kalau harga gabah di bawah HPP, petani pasti akan menangis. Saya berharap, HPP bisa diangka tinggi agar petani sejahtera,” ujarnya.

TRENDING :  Konsolidasi Demokrat Jateng Siap Raih Kemenangan 2019

Diperkirakan, menurut Haryanto, hingga Maret nanti Kabupaten Pati masih akan panen raya padi. Melihat luasan lahan yang akan di panen nanti, Bupati memastikan hasil panen akan mencukupi kebutuhan masyarakat, bahkan Pati masih mampu ikut menopang kebutuhan pangan nasional. (IN/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :