Bupati Kudus H.Musthofa Resmikan “Kudus Trade Show 2016”

Kudus, isknews.com – Pagelaran Event Promosi Perdagangan Internasional Pameran Produk Unggulan Kabupaten Kudus yang dikemas dalam event “Kudus Trade Show 2016” malam ini telah di buka dan diresmikan oleh Bupati Kudus H.Musthofa, (24/11/2016) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Dihadiri segenap SKPD, Forkopimda, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jawa Tengah, tamu undangan dan designer ternama Indonesia ivan gunawan, acara ini juga menampilkan Fashion show dari para designer lokal Kudus.

Pameran yang diselenggarakan selama 4 hari ini menyajikan berbagai acara, dan juga promosi dagang yang diantaranya memamerkan produk-produk unggulan Kota Kudus terutama produk kopi Muria dan juga kerajinan bordir,”terang Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus, Sudiharti malam ini.

Baca Juga :  Mendapat Pembinaan, PKL Kawasan Wisata GOR Diharap Menjaga Kenyamanan Pengunjung

Disdagsar juga menggelar lomba desain bordir dan fotografi, selain itu juga mengadakan lomba khusus untuk pengunjung Kudus Trade Show 2016, yang di kemas dalam “Lomba Selfie & Wefie Contest”. Dalam lomba ini Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus akan menyediakan hadiah uang Pembinaan tiap harinya untuk satu orang pemenang

Baca Juga :  Keragaman sebagai Inspirasi Perdamaian

Ditambahkan, selain pameran dagang pihaknya malam ini juga menggelar lomba desain bordir dengan mendatangkan tim juri lomba desain bordir ternama yaitu Arzetty Bilbina dan Ivan Gunawan.‎

Saat ini jumlah perajin bordir di Kudus mendominasi dari pada jumlah perajin batik. ‎”Ada ratusan perajin bordir yang tersebar di berbagai desa. Antara lain di Karangmalang, Purwosari, Peganjaran Padurenan, dan di tempat lainnya,” tandasnya

‎Sementara itu, Kopi Muria saat ini sudah mulai dikenal masyarakat luas oleh pecinta kopi, karena pihak pemkab gencar mempromosikan dengan cara promosi atau mengikuti pameran diberbagai daerah.

Baca Juga :  Batik Carnival Meriahkan Gelar Budaya

“Hanya saja, semua pesanan belum bisa dipenuhi. Para petani kopi perlu mendapat pengetahuan dan edukasi untuk meningkatkan produknya,”ujarnya.(AS)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?