Bupati Kudus Jadi Ketua Harian ISEI Semarang, Pelantikan Dilanjutkan dengan Acara Bedah Buku

22SEMARANG-Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Semarang dilangsungkan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip Semarang, Jumat (23/12). Hadir untuk melantik adalah dari pengurus ISEI Pusat Dr. Prasetijono Widjojo Malang Judo.

Sesuai hasil kongres ISEI terpilih sebagai Ketua adalah Prof. H. M. Nasir, SE, M.Si, Ph.D, Akt, Ketua Harian H. Musthofa, SE, MM, dan Sekretaris Dr. Suharnomo, SE, M.Si. Serta sejumlah nama akademisi dan praktisi ekonomi juga turut tercatat sebagai pengurus.

Peran ISEI diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di Indonesia. Untuk itu harus ada sinergi ISEI dengan berbagai lembaga termasuk pemerintah daerah. Intinya, ISEI harus punya peran secara nyata.

“ISEI harus bisa memberi manfaat bagi perekonomian di Indonesia,” kata H. Musthofa, ketua harian yang juga Bupati Kudus.

Seusai pelantikan, digelar bedah buku Manajemen Indonesia karya Dekan Fakultas Ekonomi Undip, Suharnomo.
Indonesia kaya dengan berbagai budaya. Ini menarik ketika dijadikan landasan manajemen di Indonesia. Inilah yang menjadi ulasan Bupati Kudus H. Musthofa, SE, MM saat tampil sebagai salah satu penelaah.

Baca Juga :  Hasil Kejuaraan Provinsi Bola Voli Junior Jawa Tengah Di Sragen

Tampil sebagai penelaah lain yaitu Wakil Gubernur Jateng Drs. Heru Sudjatmoko, M.Si. dan Dirut Sarana Lindung Upaya yang juga dosen UI Alberto D Hanani, SE. MBA, Ph.D.

Menristekdikti Prof. H. M. Nasir, SE, M.Si, Ph.D, Akt yang ikut hadir dalam acara tersebut ikut memberikan pendapatnya tentang buku tersebut. Suasana bedah buku sangat dinamis dengan beradu konsep, yang dihadiri para guru besar dan doktor ekonomi dari berbagai perguruan tinggi. Tak ketinggalan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang dan sekitarnya.

Di awal uraiannya, Bupati Kudus memberikan komentar tentang tampilan fisik buku ini. Dikatakannya, buku ini kekinian yang sangat bagus. Sehingga pas untuk kalangan anak muda.

Baca Juga :  Sukun Porvit Juarai Bupati Cup Kudus 2016

“Apalagi isinya, ini sangat menginspirasi kaum muda, usahawan, bahkan mahasiswa,” kata pria yang kini menyelesaikan program Doktor di Undip ini.

Dimensi-dimensi budaya ini, lanjutnya, tidak perlu ada yang diragukan. Semua memiliki kekhasan dan karakter tersendiri. Mulai dari budaya Jawa, Sunda, Minang, dan berbagai budaya lain yang ada.

“Salah satu contoh kalau diaplikasikan dalam budaya Jawa ada istilah, witing tresno jalaran soko kulino yang ada dalam buku ini”

Menurutnya, makna ini sangat mendalam. Karena dalam berbisnis harus saling mengenal. Sehingga muncul rasa kepercayaan dan jalinan yang erat. Dan juga tidak boleh berputus asa.

Apabila akan ada edisi berikutnya, bupati menyarankan agar budaya Jawa yang sudah ditulis dilengkapi dengan budaya Kudud Gusjigang. Yaitu spirit dengan perilaku bagus, gemar terus belajar, dan berjiwa wurausaha atsu dagang.

Baca Juga :  Bupati Kudus: Pelaku UMKM Harus Melek Lembaga Keuangan, Uang Jangan Hanya Disimpan di Bawah Bantal

“Buku sangat bagus. Saya berharap bisa menjadi referensi mahasiswa fakultas ekonomi di seluruh Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Alberto mencoba mambandingkan manajemen Indonesia dalam buku ini dengan teori manajemen negara lain yang sudah maju. dan mengajak mahasiswa untuk test case budaya lokal, salah satunya adalah gusjigang di Kudus.

Sedangkan Wagub Heru Sudjatmoko mengedepankan sentuhan budaya dalam segala aspek kehidupan. Ada nilai-nilai budaya luhur yang tidak boleh dilupakan. Termasuk dalam manajerial bagi seorang pemimpin.(rg/adv.)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?