Bupati Kudus Sambangi Rumah Korban Kecelakaan Pesawat Lion Air JT610

oleh
Bupati Kudus HM. Tamzil sedang mendoakan Bambang yang menjadi korban laka Pesawat Lion Air JT610 di Desa Pasuruan Lor RT 2 RW 9 Kecamatan jati, Kudus, Selasa (30/10/2018) siang. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Bupati Kudus HM. Tamzil mendatangi keluarga Bambang Rozali Usman (46) yang masuk dalam daftar penumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang Jawa Barat.

Tamzil setibanya di rumah Bambang, langsung disambut hangat istrinya Imas Heniyati di Desa Pasuruan Lor RT 2 RW 9 Kecamatan jati, Kudus, Selasa (30/10/2018) siang.

Bupati Tamzil ikut merasakan dan bela sungkawa atas musibah kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT 610. Terutama keluarga Bambang warga Kudus. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus ikut beeduka cita yang sedalam-dalamnya,” tuturnya kepasa awak media.

Bupati juga memimpin langsung doa bersama di ruang tamu, disaksikan Kepala Camat Jati Andreas, Kepala Desa Pasuruan lor dan pihak terkait. “Semoga diberikan yang terbaik untuk korban dan semuanya,” kata Tamzil.

TRENDING :  Stop! Ucapkan Doktrin Kebencian Pada Anak

Sementara itu, Nampak kesedihan terlihat dari wajah Imas dan keluarga, Isak tangis Imas tak terbendung saat Bupati Tamzil duduk mendampinginya. Ia juga sempat bercerita kepada Bupati Tamzil perihal suaminya (Bambang) sebelum kejadian. “Sampai hari ini memang belum ada kabar, semoga ada keajaiban, dan saya pasrahkan sama Allah,” tuturnya dengan air mata mengalir.

Imas mengatakan, hari ini Ia mengumpulkan berkas-berkas surat yang dibutuhkan dari suaminya Bambang. “Rencananya setelah terkumpul, surat-surat tersebut akan dibawa ke Jakarta,” tambahnya.

TRENDING :  Bupati Musthofa Berpesan Pada Pedagang CFD Jaga Kebersihan dan Keindahan Kota

Bambang adalah anak kedelapan dari 12 bersaudara, salah seorang pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Pangkal Pinang, yang menjabat Kasubbag Tata Usaha dan Rumah Tangga. Diketahui, Bambang kerja di Pangkal pinang sudah 3 tahun, dan sebelumnya sempat tugas di Medan dan Pontianak.

Dikatakan Imas, selama 3 hari di Kudus, Ia bersama suaminya dan anak-anaknya sempat berkumpul bercanda, ngobrol hangat seperti tidak akan terjadi apa-apa. Hanya saja, Bambang meminta anak keduanya di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto untuk pulang.

Dimata kakaknya, Nuryono, Bambang adalah sosok yang menyejukkan dan ramah bagi keluarga, kerabat, teman dan tetangga. Ia sangat menginginkan anak-anaknya menjadi irang yang berguna dan bermanfaat. Oleh karenanya, Ia paham betul pendidikan, baik agama maupun umum adalah yang terpenting bagi anak-anaknya.

TRENDING :  Ali Mahir Edukasi Manfaat KB, Laki-laki atau Perempuan Tidak Jadi Masalah, Dua Anak Cukup

Diketahui, Bambang dan Imas dikaruniai 3 anak, Maulana (anak pertama) yang saat ini bekerja di Kementrian Pajak Departemen Keuangan Makassar. Kemudian Farah Fatimah (anak kedua) yang masih tercatat sebagai Mahasiswa dan seirang aktifis di Unsoed Purwokerto. Terakhir, Salma Rohmatul laili (anak ketiga) masih duduk dibangku sekolah, kelas III MAN 2 Kudus. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :