Bupati Kudus Tegaskan Wajib Kenakan Kebaya Sampai Sore

image

Kudus,21/4 isknews.com – Sudah hampir 100 tahun, tapi nama Kartini tak lekang dimakan zaman. Dia, memang meninggal dalam usia yang masih relatif muda—25 tahun. Tetapi, seakan ia hidup berpuluh-puluh tahun dan menginspirasi banyak orang. Ia seperti ibu-ibu sepuh, yang karena jasanya menginspirasi, semua orang akhirnya mengenangnya. Ia layaknya Cut Nyak Dien, pahlawan yang terjun dalam peperangan, sehingga negara patut menggelarinya Pahlawan Kemerdekaan. Tapi, ia sesungguhnya adalah gadis yang masih sangat belia—25 tahun. Kartini, orang menyebutnya sebagai tokoh emansipasi, tokoh pejuang perempuan yang mencoba melawan tembok budaya yang mendiskreitkan kaum hawa.

TRENDING :  Grand Final WavesTones 2016 Bakal Sulap Langit Jadi Warna-Warni

Kartini, bukan hanya masalah konde dan kebaya, bukan melulu masalah emansipasi, bukan pula hanya perihal perempuan. Tapi lebih dari itu, Kartini adalah simbol kemerdekaan-kebebasan, bukan hanya bagi kaum wanita, tapi juga untuk semua orang. Ia adalah simbol kemerdekaan-kebebasan dari kungkungan lingkungan dan zaman. Ia adalah simbol perjuangan—perjuangan memajukan masyarakat, bukan hanya memajukan wanita. Ia adalah simbol dari penghormatan terhadap harga diri.

TRENDING :  Pelatihan Pemadam Kebakaran di RSUD dr.Loekmono Hadi

Kartini, adalah simbol dari kejantanan, bukan melulu feminisme, karena memang sejatinya ia adalah pejuang. Sekarang, setiap tahun ia dikenang dengan berbagai cara, tapi berapa banyak yang terpikir untuk meneruskan perjuangannya—perjuangan terhadap masalah-masalah kebangsaan. Semua orang, patut terinspirasi oleh kartini, karena ia bukan hanya milik perempuan, tapi milik bangsa Indonesia. namun yang terpenting adalah pelayanan kepada masyarakat yang semakin baik dan jangan sampai terlewatkan meskipun memakai kebaya.

TRENDING :  Diah Ayu Lestari Ikut Meriahkan Perayaan Tahun Baru

Dalam pidatonya Bupati Kudus H Musthofa mengatakan sangat menghormati dan mengapresiasi kegiatan hari kartini ini, beliau juga menyampaikan surat keputusan Bupati tak tertulis hari ini bahwa kebaya jangan dilepas sampai sore,dalam artian tetap berdandan ala kartini.”

Untuk para pemuda-pemudi, Selamat Hari Kartini. Jadilah kalian Kartini masa kini yang menginspirasi. Karena Ibu Kartini adalah pemudi belia, sama seperti kita, dan kita patut menjadi sepertinya. SELAMAT HARI KARTINI, BAGI BANGSA INDONESIA!

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post