Bupati Larang Bagikan Rastra Kualitas Buruk

Bupati Larang Bagikan Rastra Kualitas Buruk

Kudus, isknews.com – Pembagian beras sejahtera (rastra), umumnya dilakukan satu bulan sekali. Namun yang terjadi di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, pembagian rastra itu dilakukan dua kali dalam satu bulan. Ternyata hal itu untuk mengganti jatah pada bulan bulan sebelumnya, karena mengalami kekosongan, terkait kebijakan Bupati yang melarang atau tidak memperbolehkan dibagikannya rastra berkualitas buruk.

Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, yang dihubungi isknews.com, Selasa (05/12/17), di ruang kerjanya, mengatakan hal itu. Menurut dia, Bupati Kudus H Musthofa, menaruh perhatian pada hal-hal yang berkaitan dengan warga masyarakat, termasuk rastra yang oleh sebagian warga, terutama di pedesaan, sangat dibutuhkan. “Perhatian yang diberikan oleh beliau, kualitas rastra yang dibagikan kepada masyarakat. Jika mengetahui ada rastra yang kualitasnya buruk, tidak boleh dibagikan dan diminta untuk dikembalikan ke pihak yang terkait.”

Foto : Perangkat Desa Jati Wetan, Sinongl, melayani warga yang mengambil rastra. (Dok.Isknews.com/DM)

Dampak dari adanya kebijakan orang nomer satu di Kudus itu, lanjutnya, rastra yang sudah didrop di balai desa, begitu diketahui kualitas jelek, disimpan dan tidak jadi dibagikan, karena tidak layak untuk dikonsumsi. “Itu terjadi pada satu dua bulan yang lalu, sehingga untuk menggenapi jatah pada bulan-bulan yang kosong, pada Nopember dan Desember 2017 ini, Desa Jati Wetan menerima droping rastra dua kali dalam satu bulan. “

Mengenai jumlah kepala keluarga (KK) yang menerima Rastra, berdasarkan catatan jatah rastra Desa Jati Wetan yang dikirimkan dari OPD terkait, yang sebanyak 138 KK. Namun jumlah warga miskin yang berhak menerima rastra, desa yang jumlah penduduknya sebanyak 860 KK, 9.072 jiwa, lebih dari jumlah tersebut. Agar bisa merata setiap RW agar mendata dan membuat kebijakan pembagian rastra di wilayahnya. “ Harganya masih tetap, Rp 24.000 untuk pengambilan rastra 15 kilogram,” jelas Kepala Desa Jati Wetan itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Fenomena Wabah Lalat, Muspika Margorejo Tinjau Lokasi Penyebab

Share This Post