Bupati Pastikan Bantuan dan Santunan Tanpa Ada ‘Cukuran’

Bupati Pastikan Bantuan dan Santunan Tanpa Ada ‘Cukuran’

KUDUS-Santunan kematian merupakan alah satu program pro rakyat yang digagas Bupati Kudus H. Musthofa sejak kepemimpinannya di Kudus tahun 2008 silam. Tujuannya adalah untuk meringankan beban yang ditinggalkan bagi keluarga yang kurang mampu.

Hingga kini santunan kematian tetap diberikan kepada masyarakat meski dengan mekanisme baru sesuai aturan yang ada. Bahkan, warga yang meninggal langsung mendapatkan Akta Kematian yang juga bermanfaat.bupati11

“Salah satunya untuk bagi waris bagi keluarga yang ditinggalkan. Dan jangan sampai disalahgunakan,” pesan bupati di hadapan ratusan warga di Hadipolo, Jekulo, Selasa (25/10).

Pagi itu diserahkan sebanyak 758 untuk santunan kematian dan 11 unit rehab rumah. Yang terbagi di dua lokasi, yaitu Hadipolo (Jekulo, Mejobo, Bae) dan Klumpit (Gebog, Bae, Kaliwungu). Santunan kematian untuk meninggal wajar sebesar Rp. 1 juta dan meninggal karena kecelakaan Rp. 2,5 juta. Sedangkan bedah rumah senilai Rp. 15 juta.

Selain itu, bupati yang telah lebih dari delapan tahun memimpin Kudus itu juga memiliki impian agar masyarakat Kudus memiliki tempat tinggal yang layak huni. Anggaran pemerintah daerah dialokasikan untuk pemberian bantuan bedah rumah tidak layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun demikian, partisipasi masyarakat tetap dinanti untuk membantu saudara-saudaranya tersebut.

Bupati Kudus menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan waktu penyerahan santunan kematian dan bedah rumah ini. Hal ini bukan karena dirinya ingin mengulur-ulur waktu, namun Pemkab Kudus harus mengikuti mekanisme aturan yang ada pada proses penetapan APBD hingga pencairannya. Namun demikian dirinya tetap konsisten untuk memberikan yang telah dijanjikannya itu.

Orang nomor satu di Kudus tersebut menyatakan bahwa santunan kematian ini diterima oleh masyarakat secara utuh. Oleh karenanya, dinas terkait bekerjasama dengan Bank Jateng yang akan mencairkan dari kas daerah. Dirinya tidak memperbolehkan ada pihak manapun yang mengaku membantu pencairan dengan harapan untuk memperoleh imbalan.

”Saya pastikan santunan ini tidak ada potongan satu sen pun. Dan monggo setelah menerima nanti bisa dihitung dulu sebelum dibawa pulang,” jelas bupati yang sebelum penyerahan memimpin bacaan Alfatihah untuk keluarga yang telah meninggal.

Lebih lanjut bupati berharap bahwa santunan dan bantuan ini tidak hanya dilihat dari nominalnya saja. Tetapi lebih pada wujud perhatian pemkab untuk masyarakat dan semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Termasuk untuk bantuan bedah rumah, bupati berharap dapat digunakan sesuai peruntukannya, yaitu membenahi rumah tinggal.

”Saya mohon pak camat dan kepala desa untuk ikut mengarahkan. Dan harapan saya, para tetangga turut berpartisipasi membantu untuk bergotong-royong membantu saudara-saudara kita ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut bupati menyampaikan kepada seluruh masyarakat, bahwa berbagai program pro rakyat hendaknya benar-benar bisa dirasakan seluruh masyarakat. Termasuk pembebasan biaya pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang utama bagi kesejahteraan masyarakat. Bupati tidak ingin lagi mendengar keluhan masyarakat terkait hal ini.

Pada kesempatan tersebut, bupati kembali mengingatkan akan pentingnya kebersihan lingkungan. Terlebih saat ini sudah memasuki musim penghujan yang rentan dengan berbagai penyakit apabila lingkungan kotor. Dirinya bercita-cita Kudus makin cantik dan masyarakatnya sehat.(Adv)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Sukun Ivojo Targetkan Lolos Final Indonesia Open Seri IV 2017

Share This Post