Bupati Pati Ikut Belasungkawa 4 Warganya Jadi Korban Lion Air

oleh
Sri Mulyani bertemu keluarga korban Lion Air JT 610 (Humas Ditjen Pajak / istimewa).

Pati, ISKNEWS.COM – Disela membuka acara Bursa Inovasi Desa di pendopo kabupaten Pati, Selasa (30-10-2018) Bupati Pati Haryanto mengungkapkan rasa priharin dan turut berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Terlebih, dalam manifest pesawat yang jatuh di perairan Karawang tersebut terdapat empat warga Kabupaten Pati yang turut menjadi korban.

“Saya mengucapkan bela sungkawa atas musibah tersebut. Apalagi, di dalam pesawat Lion Air JT610 itu ada empat warga Pati,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada keluarga korban agar bersabar dan selalu tabah dalam menghadapi musibah tersebut. Harapannya, semoga ada mukjizat dari Allah agar semua korban baik-baik saja.

TRENDING :  Bantu Petani, Pelajar SMP 5 Pati Beli Bawang Merah

Berdasar informasi yang diterima, keempat korban itu yakni Nicko Yogha Marent Utama, warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong yang bekerja di DJP KPP Pratama Bangka Pangkal Pinang.

Selain itu ada juga Yunita Safitri yang bertugas di BPK, Pangky Pradana yang bekerja di Management PT. Blue Bird Jakarta merupakan warga Kelurahan Kalidoro, Kecamatan Pati Kota dan Putri Yuniarsi warga Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo yang tercatat sebagai pegawai di BPKP.

TRENDING :  Transparan dan Musyawarah Kunci Pemdes Sumbermulyo Kelola DD

“Bagi korban yang sudah meninggal, semoga dalam keadaan husnul khotimah dan mendapatkan ampunan dari Allah,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada satu lagi korban pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, yakni Maria Ulfa warga Desa panjunan, Kecamatan Pati Kota. Namun, informasi tersebut sampai berita ini ditulis belum ada kepastian dari pihak keluarga.

Selain itu, sejumlah warga Desa Penjunan juga belum mengetahui secara pasti apakah Maria Ulfa itu warga setempat atau bukan.

TRENDING :  Warga Karangwotan Meninggal Dunia di Atas Genteng

Sementara, kerabat Nicko Yogha Marent Utama sedang menunggu kabar nasib saudara mereka. Sejumlah persiapan pun sudah dilakukan, diantaranya dengan memasang tratak di halaman rumah.

Menurut penuturan salah seorang kerabat, orang tua Nicko sudah berada di Jakarta untuk memastikan nasib anaknya.

“Sampai tadi pagi kami baru dapat informasi kalau yang ditemukan baru dompet atas nama Nicko. Kami ya masih menunggu kabar dari Jakarta,” terang Diana, salah satu kerabat korban. (IN/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :