Bupati Resmikan Pasar Hewan: Potensi Transaksi Perdagangan Hewan Di Kudus Tinggi

oleh
Peninjauan bupati Kudus di Lorong lorong sal pasar hewan Gulang Mejobo Kudus

Kudus, isknews.com – Bupati Kudus H Musthofa pagi tadi meresmikan Pasar Hewan milik Pemerintah Kabupaten Kudus yang terletak di Jalan Lingkar Tenggara Desa Gulang Kecamatan Mejobo Kudus, Minggu (31/12/17).

Peresmian pasar hewan yang ditandai dengan pembukaan selubung tirai yang menutupi tulisan di bagian atas gerbang pasar yang di klaim sebagai terbesar di pantura timur Jawa Tengah.

Asisten 2 Bidang ekonomi pembangunan dan kesejahteraan rakyat Budi Rahmat saat menyampaikan laporannya mewakili Kepala Dinas Pasar Sudiharti yang sedang berhalangan, menyampaikan, Pasar hewan Gulang ini  dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 24.500 meter persegi.

“ Untuk tahun anggaran 2017 luas lahan yang telah dimanfaatkan seluas kurang lebih 8.700 meter persegi yang mampu menampung  sekitar 400 ekor sapi, 120 ekor kerbau, dan  250 ekor kambing,”ujarnya.

TRENDING :  Cegah Penyimpangan, TP4D Kejati Jateng Kawal Pembangunan Kawasan PKL Colo

Masih menurutnya,  Pasar hewan kabupaten Kudus ini dibangun pada tahun anggaran 2017 bersumber dari dana bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah.

“Sebesar Rp. 15.024.030.000,- dan pendampingan dari dana APBD sebesar Rp. 1.176.965.000,- ,” katanya.

Selain itu pasar hewan juga dilengkapi dengan kantor pengelola, rumah kesehatan hewan, rumah penjaga, mushola, pengelolaan biogas dan instalasi pengolahan air limbah.

Bupati Kudus tandatangani prasasti peresmian pasar hewan di Kudus

Dilaporkan pula oleh Budi Rahmat,  bahwa hari ini juga dilaksanakan relokasi para Pedagang Kaki Lima Klithikan yang berjualan bantaran Sungai Kaligelis ke lokasi yang baru mereka di dekat kompleks Pasar Burung di Desa Jati Wetan.

TRENDING :  Tinggalkan Pasar Lama, Pedagang Pasar Besito Baru Mulai Berkemas

“ Relokasi ini dilakukan untuk menciptakan bantaran sungai yang bersih, tertib dan teratur. Dengan jumlah pedagang PKL yang direlokasi sebanyak 168 orang,” ujarnya.

Sementara itu dalam kata sambutan peresmiannya, Bupati Kudus, H. Musthofa menyampaikan, Pasar Hewan ini dibangun untuk mampu meningkatkan perekonomian para peternak sapi.

“Pasar hewan Kab. Kudus adalah tanggung jawab para pedagang.  Pasar hewan ini milik pedagang untuk itu harus dirawat, dijaga kebersihannya dan di kembangkan agar tambah maju,” pesan Bupati.

Bupati dan Forkopimda bersama sama menekan tombol peresmian pasar hewan secara simbolis

Bupati Kudus menitipkan pasar hewan kepada para pedagang untuk digunakan sebagai tempat mencari nafkah dan Rezki dengan baik.

“ Kedepan rencananya akan dilengkapi dengan hotel hewan dengan tujuan agar hewan ternak dapat beristirahat dengan baik sehingga bobot hewan meningkat dan tidak stress, Para pedagang agar menjaga pasar hewan ini dari segala hal yang negative,” ujarnya.

TRENDING :  Pemkab Akan Bangun Empat Pasar Tradisional

Pasar hewan ini sengaja dibangun di tempat yang strategis di pinggir jalan jalur antar kota, agar para pedagang hewan dari luar kota tidak perlu susah mencari letak pasar hewan, dan semoga dengan lokasi yang strategis ini akan meningkatkan transaksi perdagangan hewan di Kudus.

“Melihat potensialitasnya, saya berharap ke depan Pasar hewan ini menjadi pusat transaksi terbesar perdagangan ternak tak hanya di Jawa – Tengah tapi juga di Indonesia,” pungkas Bupati dalam sesi wawancara dengan awak media. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :