Bupati Serahkan Perdana “Program Santunan Kematian Sehari Cair”

oleh
Bupati Kudus HM Tamzil saat menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Rudi Hartono warga desa Kramat, Kota, Kudus (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Sebagai langkah aplikasi program  perdana “Santunan Kematian Sehari Cair” Bupati Kudus, HM Tamzil menyerakan secara langsung santunan tersebut ke kediaman beberapa keluarga duka di wilayahnya. Rabu (02/01/2019).

Tamzil bersama Kepala Dinas Sosial P3AP2KB, Lutful Hakim serta sejumlah dengan perwakilan Pemerintahan Kecamatan Kota, mendatangi rumah Alm. Rudi Hartono di Desa Kramat dan Alm. Noor Ali di Desa Singocandi untuk memberikan santunan langsung kepada keluarga duka.

Santunan kematian di Kudus dapat dicairkan dalam waktu satu hari per 1 Januari 2019. Hal tersebut menjadi program unggulan bupati dan wakil bupati Kudus. Untuk memastikan  bahwa program tersebut terlaksana dengan baik, penyerahan santunan kematian perdana di tahun 2019, diserahkan langsung bupati Kudus, H.M. Tamzil kepada 6 penerima.

TRENDING :  Tiga Hari Menghilang Kasmini Ditemukan Meninggal

Dalam kunjungannya, Tamzil menyampaikan bahwa bantuan santunan kematian ini merupakan realisasi dari janji yang yang telah disampaikan dalam masa kampanye dulu. Ditegaskannya, progam tersebut bukan semata-mata untuk pencitraan, tetapi sebagai wujud membangun Kudus yang modern, cerdas, religius dan sejahtera sebagaimana visinya.

“Dengan sistem yang telah kita tata, semoga bantuan santunan kematian bagi keluarga tidak mampu dapat berjalan sesuai dengan rencana. Yakni dana cair bersama dengan penyerahan akta kematian. Mislanya paginya meninggal, maka sore harinya dana tersebut sudah bisa cair. Dengan begitu pihak keluarga bisa langsung menggunakan dana tersebut,” harapnya.

Ia menambahkan setiap orang akan mendapatkan santunan sebesar Rp. 1 juta untuk warga yang meinggal karena sakit dan Rp. 3 juta untuk korban kecelakaan.

TRENDING :  Kabupaten Kudus Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Untuk mengurus dana santunan kematian tersebut, ia menjelaskan jika keluarga duka bisa mengurusnya ke RT/RW atau kepala desa untuk dilanjutkan ke Dinas Sosial untuk pencairannya. Dalam kesempatan tersebut, Tamzil juga menitipkan pesan agar dana santuan yang diberikan kepada keluarga duka dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Penerima santunan yakni ahli waris almarhum Rudi Hartono warga desa Kramat, ahli waris almarhum Noor Ali warga desa Singocandi, ahli waris almarhum Judi warga desa Klumpit, ahli waris almarhum Sumartono warga desa Rejosari dan ahli waris almarhum Selamet warga desa Pedawang. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar satu juta rupiah.

Kedatangan Tamzil ke rumah warga yang meninggal merupakan wujud bahwa pemerintah kabupaten Kudus hadir bagi warganya yang kurang mampu. Selain itu, kesempatan tersebut juga dijadikan sarana untuk bersilaturahmi dengan warga. “Kedatangan saya kesini untuk bersilaturahmi dan juga menyampaikan belasungkawa. Saya juga ingin memastikan bantuan ini benar-benar disampaikan ke warga,” ungkapnya.

TRENDING :  Hore, Gedung Bioskop 4 Theater Bakal Kembali Hadir Di Kudus

Selain itu, pihaknya juga mensosialisasikan program-programnya yang menjadi janjinya ketika berkampanye terutama tentang program jaminan kesehatan dan bantuan untuk guru swasta. “Untuk sementara masih bisa berobat di RSUD Kudus menggunakan KK dan KTP. Namun, diharapkan bagi warga yang kurang mampu, dapat beralih ke BPJS/KIS. Pemerintah yang bayar iurannya. Selain itu, nanti juga ada bantuan untuk guru swasta,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :