Bupati Tegaskan Uang dan Jabatan Tidak Mampu Membantu Penerimaan CPNS

oleh
Bupati Tegaskan Uang dan Jabatan Tidak Mampu Membantu Penerimaan CPNS ISKNEWS.COM
Foto: Bupati saat membahas kuota CPNS di ruang rapat Bupati (Rendy/ISKNEWS.COM)

Rembang, ISKNEWS.COM – Sebanyak 296 kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) didapat Pemkab Rembang dari Kemenpan dan RB ditahun ini. Kuota tersebut terbilang lebih sedikit dari usulan yang diajukan pemkab Rembang ditahun 2017 lalu yang berjumlah 365 formasi.

Bupati Rembang H.Abdul Hafidz saat membahas hal tersebut di ruang rapat Bupati, Kamis (13-09-2018), mengatakan, 296 formasi CPNS tahun 2018 ini terdiri atas formasi khusus eks tenaga honorer k2 tenaga guru sebanyak 15 lowongan dan formasi umum yakni tenaga guru 213 orang. Selebihnya tenaga kesehatan 55 orang, tenaga teknis 13 orang.

TRENDING :  Tahun 2018 Jalan Protokol Rembang Mulai Ditingkatkan

“Sesuai keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI Nomor 300 tahun 2018 tentang kebutuhan aparatur sipil negara di kabupaten Rembang memperoleh tambahan 296 formasi. ini terdiri atas formasi khusus eks tenaga honorer k2 tenaga guru sebanyak 15 lowongan dan formasi umum yakni tenaga guru 213 orang, selebihnya tenaga kesehatan 55 orang, tenaga teknis 13 orang.”

TRENDING :  Inilah Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kudus

Mengenai sistem pendaftaran, Bupati menjelaskan bahwa seleksi cpns 2018 diselenggarakan secara terintegrasi melalui portal http.//sscn.bkn.go.id. Sedangkan untuk proses seleksinya akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang cepat dan transparan.

“Gambarannya kurang lebih sistem ini menampilkan begitu selesai mengerjakan soal, langsung hasilnya bisa diketahui, dan bisa dilihat di luar,” jelasnya

Bupati berpesan kepada masyarakat agar tidak percaya jika ada oknum yang memberikan iming-iming bisa meloloskan CPNS dengan membayar sejumlah uang. Ia pun menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada oknum PNS yang diketahui memberikan iming-iming dapat meloloskan CPNS.

TRENDING :  Polri Siap Amankan Agenda Kamtibmas 2018 dan 2019

“Oleh karena itu saya berharap kepada masyarakat Rembang, sistem ini sangat transparan dan akuntabel, bisa dipertanggunghawabkan, tidak mengenal uang, tidak mengenal jabatan. Jangan sampai masyarakat terganggu bahkan tergiur dengan iming-iming sejumlah oknum ,” pungkasnya (RTW/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :