Bupati Wacanakan Pegawai Pemkab Pakai Busana Khas Kudus Tiap Jumat

Bupati Wacanakan Pegawai Pemkab Pakai Busana Khas Kudus Tiap Jumat

Kudus, isknews.com – Apel dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kudus ke – 467 tahun di Lapangan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus berlangsung meriah, Jumat (23/9). Ribuan peserta yang sudah hadir sejak pukul 06.00 WIB terlihat antusias menyambut hari jadi Kota Kretek. Namun ada yang berbeda pada apel pagi hari tadi yakni pakaian yang dipakai para peserta apel.

adat

Tak seperti pelaksanaan apel yang menggunakan seragam kedinasan, pada apel pagi tadi para peserta menggunakan pakaian khas Kudus. Tak ketinggalan Bupati Kudus beserta jajarannya pun mengenakan pakaian sama dengan para peserta. Peserta laki-laki memakai sarung dibalut baju putih berjas rapi dan berpeci. Sementara peserta perempuan dalam balutan busana Jawa khas Kudus, memakai kebaya dengan bawahan batik dan berkerudung yang semakin menampakkan paras ayu mereka.

BACA JUGA :  Puncak Harlah Muslimat NU Ke-71, Gelar Istighosah Akbar,Tahlil Umum & Santunan Yatama Lansia

Ditemui usai pelaksanaan apel Bupati Kudus Musthofa menuturkan, demi melestarikan pakaian khas Kudus dirinya berencana mewajibkan seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Kudus memakai pakaian seperti saat apel hari ini. ”Kita akan wajibkan memakai pakain seperti pada apel pagi ini setiap Jumat. Nanti biar surat edarannya dibuat Pak Sekda,” ujarnya kepada para wartawan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus Yuli Kasiyanto yang bertindak sebagai komandan apel menuturkan, ide memakai pakaian khas Kudus untuk apel bertujuan untuk mengenalkan kepada generasi penerus. Termasuk batik khas Kudus yang sempat terputus generasinya.

”Kudus sudah lama punya potensi batik tapi kurang begitu diketahui masyarakat. Melalui apel peringatan hari jadi tahun ini kita kenalkan batik khas Kudus kepada para penerus. Terlebih di daerah Karang Malang, Gebog, sudah mulai dikembangkan pelestarian batik khas Kudus, tentunya itu menjadi harapan besar bagi kita bersama,” ujarnya saat ditemui isknews.com usai memimpin apel.

BACA JUGA :  ​Dishub Bersama Satpol PP Sosialisasikan Parkir di atas Trotoar

Dia melanjutkan, Kudus yang dikenal sebagai kota relijius memiliki ciri khas warganya memakai sarung, baju putih, dan memakai peci untuk laki-laki, sementara perempuannya memakai kebaya dan berjarik. ”Makanya dari panitia penyelenggara HUT Kudus ke 467 tahun mengusulkan apel peringatan dengan memakai pakaian khas kudusan,” imbuhnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post