Buruh Pati Kecewa Dengan Kenaikan 11 Persen UMK

by

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Pati, kecewa dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Pati tahun 2018, yang hanya mengalami kenaikan sebesar 11 persen. Kenaikan tersebut dinilai tidak sesuai dengan realita di lapangan, serta meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat.

TRENDING :  Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Melebihi Waktu Yang Sudah Ditentukan Pengawas Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pati Angkat Bicara

“Terus terang kami sedikit kecewa dengan penetapan UMK se-Jateng, karena kebutuhan sehari-hari semakin meningkat,” keluh Ketua KASBI Pati, Ahmadi, Kamis (23/11/2017).

Diketahui, sesuai dengan Pergub Jateng Nomor 560/94/2017, tentang upah minimum di 35 Kabupaten/Kota di Jateng. UMK Pati 2018 ditetapkan naik menjadi Rp 1.585.000, dari Rp 1.420.500 di tahun 2017 atau naik sebesar 11 persen, oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

TRENDING :  Karyawan SPBU Ketanen, Kenakan Atribut Pahlawan

“Itu tidak sebanding dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Sebelumnya kami ingin mengubahnya, tapi sudah tidak bisa, karena dari Dewan Pengupahan Pati sudah mengusulkan ke provinsi,” bebernya.

TRENDING :  Dua Orang Dibekuk Polisi Saat Pesta Narkoba

Penghitungan UMK tersebut, lanjut Ahmadi, memacu pada rumus sesuai peraturan pemerintah. Dulunya menggunakan hitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

KOMENTAR SEDULUR ISK :