Calon PPD Jalani Tes Psikologi dan Narkoba

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) telah menyelesaikan proses seleksi anggota Pengawas Pemilu Desa (PPD) melalui tes wawancara 7-8 Januari 2018. Masing-masing telah terpilih satu orang tiap desa yang dinyatakan lolos, Rabu (10/01/2018).

Meski telah dinyatakan lolos, masih ada tiga tahap yang harus dilewati sebelum pelantikan yakni tes tertulis psikologi, narkoba, dan wawancara psikologi. Pelaksanaan tes tertulis psikologi dilakukan di RSUD dr Loekmono Hadi, Rabu (10/01/2018), tes narkoba dilaksanakan pada hari berikutnya, Kamis (11/01/2018), dan tes wawancara psikologi pada Jumat (12/01/2018).

Ketua Panwascam Jekulo Muhammad Sofyan Hadi kepada ISKNEWS.COM menjelaskan, tahapan perekrutan PPD dimulai pembukaan pendaftaran, seleksi administrasi lalu tes wawancara. Kemudian pengumuman calon anggota PPD yang lolos tahap wawancara.

TRENDING :  Kejutan, Akhirnya PBB Berlabuh ke Pasangan Hartini-Bowo

Dari wilayah Kecamatan Jekulo ada 12 desa artinya ada 12 orang yang diterima menjadi PPD. Namun dalam pelaksanaannya setelah melalui tes wawancara ada satu desa yang kosong yaitu Desa Pladen, karena kurang memenuhi syarat.

Suasana para peserta seleksi PPD setelah tes wawancara dilanjutkan tes tertulis psikologi di RSUD Lukmonohadi Rabu (10/01/2018). Dok. Panwascam Jekulo

Satu anggota PPD dari Desa Sadang yang lolos wawancara pada Rabu (10/01/2018) pagi juga menyatakan mengundurkan diri karena kesibukan pekerjaan. ”Otomatis nomor urut berikutnya yang menggantikan, jadi sekarang yang masih kosong satu desa,” ujarnya.

Terkait kekosongan PPD dari Desa Pladen, pihaknya menunggu instruksi dari Panwaslu Kabupaten Kudus. Sebab di kecamatan lain juga ada desa yang kosong.

TRENDING :  27 Pendaftar Terpilih Jadi Anggota Panwascam

Dijelaskannya, setelah keluar nama yang lolos wawancara, tahapan selanjutanya berdasarkan kebijakan Bawaslu Provinsi Jateng melalui Panwaslu Kabupaten Kudus dilakukan tes psikologi dan tes narkoba. Ini merupakan persyaratan tambahan instruksi dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

”Kita sebagai Panwascam tentu mengikuti kebijakan dari atas. Nah, kegiatan tiga hari berturut-turut ini rupanya juga menjadi seleksi alam untuk mereka yang bekerja di pabrik. Sehingga mengundurkan diri, sebab tidak mungkin izin terus menerus,” paparnya.

Dia menambahkan, setelah semua tahapan dilalui akan dilakukan pelantikan PPD seluruh wilayah kecamatan di Kudus pada Minggu (14/01/2018).

Ketua Panwascam Jekulo M Sofyan Hadi bersama dua anggotanya Saeful Anas dan Megawati saat melakukan tes wawancara di sekretariat Panwascam Jekulo, Senin (08/01/2018). Dok. Panwascam Jekulo

Terpisah, Ketua Panwaslu Kecamatan Undaan Sholekan mengungkapkan, di wilayahnya juga ada satu desa yang kosong yaitu Wonosoco. Kronologisnya, ketika pendaftaran ada yang mengembalikan berkas tiga orang. Kemudian dilakukan seleksi administrasi ada dua orang tidak lolos. Sehingga tinggal satu orang pendaftar yang lolos ke tahapan wawancara.

TRENDING :  Pengawas Pemilu Harus Memiliki Soliditas dan Integritas

Akan tetapi secara mengejutkan ketika tahapan wawancara yang bersangkutan justru mengundurkan diri. ”Ketika tahapan wawancara dia memang datang tetapi untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Alasannya kesibukan kerja yang tanpa shift. Kerjanya di Desa Ngembal, otomatis satu desa ini kosong,” terangnya.

Pihaknya melaporkan ke Panwaslu Kabupaten dan diteruskan ke Bawaslu Provinsi Jateng. ”Kita diminta untuk menunggu instruksi selanjutnya bagaimana kebijakan untuk mengisi kekosongan tersebut,” pungkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :