Camat Mejobo : Jumlah Kasus DBD Di Kecamatan Mejobo Meningkat 100%

Camat Mejobo : Jumlah Kasus DBD Di Kecamatan Mejobo Meningkat 100%

Kudus, isknews.com – Camat Mejobo,Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Harso Widodo, mengatakan, jumlah kasus DBD di Kecamatan Mejobo, sejak mulai turunnya hujan dalam bebarapa hari ini, meningkat hingga mencapai 100 persen. Terkait dengan hal itu, sebagai antisipasi timbulnya serangkan DBD dan mencegah jatuhnya korban, perlu diadakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara massal di Kecamatan Mejobo.
Dia menyampaikan hal itu, saat bertindak sebagai pimpinan Apel Siaga Gerakan PSN secara massal, Minggu (9/10), bertempat di lapangan Perum Sumber Indah 1 RT-01/RW-05, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo yang dipusatkan di Desa Tenggeles. Hadir, unsur Muspika Kecamatan Mejobo, Kepala Puskemas Mejobo Edi Susanto, para kepala desa, warga perwakilan 11 desa se Kecamatan Mejobo, sejumlah pelajar SD, serta sejumlah aparat Polsek dan Koramil Mejobo.
Menurut Harso, jentik nyamuk DBD menjadi salah satu awal mata rantai timbulnya penyakit DBD. Untuk itu agar jentik nyamuk itu tidak tumbuh dan semakin berkembang, perlu dilakukan pencegahan dengan PSN yang dilakukan secara massal. Agar gerakan itu berhasil diperlukan dukungan dari isntansi terkait dan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari dinas, pemerintahan, pelajar serta warga masyarakat. “Jangan sampai di Kecamatan Mejobo ini, dengan adanya kasus DBD yang meningkat 100 persen, berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).”
Hal yang harus dilakukan dalam PSN, ungkapnya lanjut, adalah memperhatikan lingkugan tempat tinggal, karena jentik nyamuk bisa tumbuh dan berkembang di mana tempat, genanagan air atau berang-barang bekas yang bisa menjadi tampungan air hujan. “Secepat mungkin, kalau ada genangan air dan barang bekas yang menjadi tampunan air hujan, ditimbun atau dibuang, sehingga warga terhindar dan terbebas dari penyakit DBD,”tegas Camat Mejobo itu.
Kepala Puskesmas Mejobo, Edi Susanto, dalam keterangannya kepada isknews.com, mengatakan, jumlah penderita DBD yang di Kecamatan Mejobo, sampai dengan akhir September 2016 lalu, tercatat 90 orang, terbagi yang dirawat di Puskesmas Mejobo 43 orang dan Puskesmas Desa Jepang 47 orang. “Tujauan dari kegiatan gerakan PSN secara massal adalah untuk menurunkan angka kejadian penyakit DBD yang sudah terjadi peningkatan kasus lebih dari 100 persen di Kecamatan Mejobo, serta mencegah terjadinya kejadian luar biasa (KLB).”
Usai apel, dilanjutkan dengan pemantuan dan pengecekan ke rumah-rumah warga setempat oleh peserta gerakan PSN itu, serta pembagian abate . Camat Harso Widodo dan Kepala Puskesmas Mejobo, Edi Susanto ikut terjun langsung dan berdialog dengan warga tentang kondisi kebersihan lingkungan. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Ribuan Pembantu Pembina Keluarga Berencana dan Sub PPKBD Ikuti Jambore Institusi Masyarakat Pedesaan

Share This Post