Camat Tegaskan Penarikan Retribusi di Taman Jekulo Ilegal, Masyarakat Diminta Jangan Bayar

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Camat Jekulo Dwi Yusie Sasepti menegaskan penarikan retribusi yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab, di Taman Jekulo merupakan tindakan ilegal

Sebelumnya ramai beredar di media sosial adanya pungutan retribusi masuk taman sebesar Rp 2 ribu per orang. Padahal pembangunan taman tersebut hingga kini masih berjalan alias belum selesai.

Terkait hal itu pihaknya menegaskan pungutan retribusi itu merupakan tindakan ilegal yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab. Yusie meminta kepada masyarakat apabila saat berkunjung ke taman dimintai retribusi agar menolak.

TRENDING :  Tugu Lilin dibongkar, Demi Percantik Wajah Kota

“Kalau perlu oknum itu difoto dan laporkan kepada kami atau Pemdes Jekulo, pasti akan kami tindak tegas,” tandas Camat Jekulo ini.

Dikatakannya, meskipun pembangunan taman masih berjalan namun sudah banyak masyarakat yang datang ke lokasi. Terutama pada sore hari karena masyarakat sangat tertarik dan memang waktu yang pas bersama pasangan sepulang kerja.

TRENDING :  Bupati Kudus Minta Semua Pihak Siaga Bencana

Terkait oknum yang dinilai meresahkan, dirinya meminta kepada Pemdes Jekulo agar melakukan pengawasan. Karena lokasi taman yang berada di wilayah Jekulo, sehingga menjadi tanggungjawab Pemdes Jekulo untuk melakukan pembinaan.

“Kalau masih bandel dan terjadi penarikan retribusi akan ditindak tegas. Kami akan minta bantuan Satpol PP untuk melakukan penertiban,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Jekulo M Edris mengaku pihaknya sudah mendapat laporan warga terkait adanya dugaan penarikan retribusi. Laporan itu diterimanya dari BPD setempat.

TRENDING :  Banyak Keluhan, Jalan Menuju Wisata Jolong Diperbaiki

“Laporannya bukan retribusi masuk ke taman, melainkan adanya penarikan retribusi parkir sebesar Rp 2 ribu,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Jekulo terkait hal itu. “Dari Ibu Camat meminta untuk mengawasi oknum yang tidak bertanggungjawab ini. Kami diminta membimbing apabila benar adanya terjadi penarikan retribusi,” pugkasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :