Catat! Perusahaan Dilarang Tahan Ijazah Karyawan

Catat! Perusahaan Dilarang Tahan Ijazah Karyawan

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus Lutful Hakim menegaskan, perusahaan dilarang menahan ijazah karyawan karena tidak memiliki alasan yuridis. Hal itu diungkapkannya menyusul surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kepada seluruh kepala daerah di wilayahnya.

ijazah

Surat tersebut merujuk hasil sidang pleno Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi Jateng, berkaitan penahanan ijazah pekerja oleh pihak perusahaan. Menurut Lutful penahanan ijazah dimungkinkan bagi pekerja yang disekolahkan, didiklatkan atau dikursuskan yang dibiayai perusahaan minimal senilai tiga kali upah minimum kabupaten (UMK). Selain itu penahanan ijazah juga harus dilakukan dengan kesepakatan yang dibuat bersama antara perusahaan dan pekerja.

BACA JUGA :  Sampai Oktober 2016 Tercatat 5,806 Pencari Kerja Di Kabupaten Kudus

Lutful menambahkan, perihal surat edaran gubernur pihaknya baru menerima surat tersebut Jumat, 09 Desember 2016. Selanjutnya surat edaran itu akan di tindaklanjuti ke seluruh pimpinan perusahaan di Kudus. Dalam surat edaran Nomer 500/00/9350 tertanggal 23 November 2016 disebutkan, perusahaan harus membuat kesepakatan tidak menghilangkan hak seseorang menggunakan ijazahnya , ntuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup tenaga kerja.

”Maksimal dua tahun masa penahananan dengan kesepakatan bersama dan jaminan keamanan dari pengusaha. Apabila selesai waktu perjanjian pengusahaan wajib mengembalikan ijazah tersebut,” ungkapnya.

Lutful menambahkan, hingga kini masih banyak perusahaan di Kudus yang menahan ijazah karyawannya. Hal itu digunakan agar pekerja itu tidak lari dari tempat kerjanya dan berpindah kerja di tempat lain.

BACA JUGA :  Sepasang Senja Hidup Terjerat Keterbatasan, Mahasiswi Dalam Aksi Sosialnya Mau Merawat Mereka Dengan Penuh Kasih

Dia mencontohkan, pihaknya pernah menangani beberapa kasus seperti itu. Bahkan yang ditahan tidak hanya ijazah saja, ada pula yangmenahan BPKB. ”Secepatnya akan kita edarkan ke seluruh perusahaan agar mematuhi surat edaran dari Gubernur Ganjar Pranowo,” jelasnya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post