Catat! Perusahaan Dilarang Tahan Ijazah Karyawan

by

Kudus, ISKNEWS.COM – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kudus Lutful Hakim menegaskan, perusahaan dilarang menahan ijazah karyawan karena tidak memiliki alasan yuridis. Hal itu diungkapkannya menyusul surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kepada seluruh kepala daerah di wilayahnya.

TRENDING :  Fakir Miskin Usia Produktif Dilatih Wiraswasta

ijazah

Surat tersebut merujuk hasil sidang pleno Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi Jateng, berkaitan penahanan ijazah pekerja oleh pihak perusahaan. Menurut Lutful penahanan ijazah dimungkinkan bagi pekerja yang disekolahkan, didiklatkan atau dikursuskan yang dibiayai perusahaan minimal senilai tiga kali upah minimum kabupaten (UMK). Selain itu penahanan ijazah juga harus dilakukan dengan kesepakatan yang dibuat bersama antara perusahaan dan pekerja.

TRENDING :  PMI Jateng Luncurkan PMI Jateng Go Online

Lutful menambahkan, perihal surat edaran gubernur pihaknya baru menerima surat tersebut Jumat, 09 Desember 2016. Selanjutnya surat edaran itu akan di tindaklanjuti ke seluruh pimpinan perusahaan di Kudus. Dalam surat edaran Nomer 500/00/9350 tertanggal 23 November 2016 disebutkan, perusahaan harus membuat kesepakatan tidak menghilangkan hak seseorang menggunakan ijazahnya , ntuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup tenaga kerja.

KOMENTAR SEDULUR ISK :