Catatan Kudus Expo 2016 : Pelaku UMKM Makin Tunjukkan Peningkatan Kualitas Produk Dan Konsep

Catatan Kudus Expo 2016 : Pelaku UMKM Makin Tunjukkan Peningkatan Kualitas Produk Dan Konsep

KUDUS – Gelaran Kudus Expo 2016 yang berlangsung beberapa waktu lalu di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus diharapkan menjadi ajang rekreasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat Kudus. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM (Disperinkop) Kabupaten Kudus tersebut diikuti lebih dari 70 pelaku usaha di Kudus. Baik UMKM yang berada di bawah binaan kecamatan, dinas, maupun kalangan korporasi.

Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, ajang seperti merupakan sarana efektif untuk mempromosikan produk- produk unggulan ke Kudus ke pasar regional maupun nasional. ”Pameran ini digelar sebagai fasilitas yang diberikan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM,” kata Bupati Musthofa. Apalagi, pemberdayaan UMKM juga menjadi salah satu perhatian khusus Bupati Kudus dalam menyejahterakan warganya.

Tak mengherankan, dalam pilar pertama pada 4 pilar program pro rakyat yang telah delapan tahun berjalan memasukkan bidang UMKM di dalamnya. Bupati ingin kreativitas masyarakat terus berkembang, potensi yang ada terus tergali sebagai inspirasi pengembangan UMKM. ”Kreativitas masyarakat Kudus ini nyata. Saya bangga dengan karya anak bangsa dari Kudus ini. Semoga karya masyarakat Kudus ini bisa menjadi inspirasi untuk Indonesia,” harapnya.

Tak salah rasanya, apabila bupati yang sangat ulet dan tanpa lelah mengembangkan UMKM ini didaulat menjadi pembina forum UMKM Jawa Tengah. Khusus di Kudus, dirinya tidak ingin Kudus hanya menjadi pengekor, tetapi impiannya Kudus menjadi leader dan menjadi contoh yng terbaik, salah satunya bidang UMKM ini. Kreativitas dan karya yang hebat ini, diharapkannya bisa segera didaftarkan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual)-nya.

Karena Kementerian Koperasi dan UKM mempermudah dalam pengurusan HAKI tersebut. Salah satunya batik show yang ditampilkan saat pembukaan malam itu. Untuk mengaplikasikan kecintaannya pada produk lokal, Pak Bupati ingin mengenakan desain batik lokal untuk seragam Pemkab Kudus. Caranya? Dengan menggelar lomba desain batik yang pemenangnya akan dikenakan seluruh pegawai Pemkab Kudus. ”Kami mencintai ini bukan sekadar ucapan. Tetapi kecintaan itu, kami wujudkan dengan memakainya untuk seragam pegawai negeri di lingkungan Pemkab Kudus,” imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Disperinkop UMKM Kudus Hadi Sucipto melalui Kabid UMKM Abi Wibowo menambahkan, penyelenggaraan Kudus Expo 2016 sangat membantu untuk mendongkrak roda perekonomian warga Kudus. ”Para pelaku UMKM di Kudus semakin menunjukkan kualitasnya. Baik dari produk maupun konsep pemasarannya. Hal ini menjadi modal bagus untuk menyongsong MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” terangnya.

Menurut Abi, potensi pengembangan UMKM di Kabupaten Kudus sangat besar. Konsisitensi dan kerja keras menjadi modal utama masyarakat Kudus yang memulai usaha. Terlebih Pemkab Kudus melalui Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM juga terus mewadahi dan membina para pelaku usaha. Dikatakannya, banyak pelaku UMKM di Kabupaten Kudus yang telah mengembangkan pangsa pasarnya.

Misalnya usaha konveksi, batik, dan bordir yang saat ini mulai menyasar kalangan atas. Hal ini secara tidak langsung akan memacu perkembangan bisnis mereka sehingga naik kelas. ”Mereka yang semula berstatus usaha mikro mulai berkembang menjadi usaha kecil atau menengah,” katanya.

Abi mengaku dinasnya terus mendampingi para pelaku UMKM agar bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Mereka difasilitasi mengikuti pelatihan hingga pameran sebagai upaya mendukung pemasaran. Pelatihan itu kami berikan agar mereka lebih inovatif, baik produknya hingga pengemasannya. (Adv.)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Nelayan Rembang Long March Dan Berorasi Di Depan DPRD Rembang

Share This Post