Cavendish Pilihan Para Petani Pisang Karena Cepat Berbuah Dan Laku Keras

Kudus, isknews.com – Salah satu faktor untuk mengukur kesuburan tanah bisa dilihat dari seberapa subur tumbuhan yang ditanamnya, Tanah yang cukup subur di wilayah Undaan membuat Suharto ketua gapoktan desa Larikrejo Undan memiliki ide untuk membudidayakan pisang jenis cavendish di lahan irigasi seluas sekitar 4000m2. Menurut Penuturan Suharto, ia mengawali usaha perkebunan pisang tersebut karena sebuah hobi. Ia mulai bergelut dengan tanaman pisang karena tanah disekitar wilayah Undaan cukup subur.

Namun Suharato mulai berkonsentrasi pada perkebunan pisang sejak 10 tahun yang lalu. Saat itu, dia mengamati bahwa tanaman pisang di desa nya cukup banyak dan tumbuh subur. Namun jenis tanaman pisang yang ada didesa nya, kebanyakan jenis tanaman pisang yang berbuah memakan waktu cukup lama, yakni antara 10 sampai dengan 11 bulan. Sehingga membuat suharto mencari terobosan untuk menanam pisang genjah yang cepat berbuah, yakni mengembangkan usahanya untuk membudidayakan pisang jenis cavendish.

‘’Kebetulan saya punya banyak teman orang-orang pertanian, jadi memang kita selalu belajar dan diskusi tentang bercocok tanam,’’ jelasnya, kemarin. Menurutnya ia mulai menanam pisang di Undaan sejak sekitar 10 tahun lalu. Awalnya dia mulai melihat kondisi tanah di desanya. Setelah diamati, ternyata tanah itu cukup pas untuk ditanami pisang cavendis yang bisa cepat berbuah.

Bibit pisang Cavendish  dia dapat dari kawannya yang anggota kelompok tani di Mejobo, “kebetulan saat itu dia mendapat bantuan dari dinas pertanian. Untuk merawat pisang, perlu penanganan secara khusus. Misalnya, kebutuhan air harus cukup, tehnik menanam dan perawatan pohon agar terhindar dari jamur dan penyakit. Menjaga kebersihan pohon dari daun dan pohon yang mongering, Saat berbuah, buah pisang harus dijaga agar tidak dimakan oleh serangga atau terserang hama,” terangnya.

Sementara itu, Achmad Taufiq pengelola media pertanian dan ekonomi kreatif Jurmal Ekora, menjelaskan, “Sekilas, pisang Ambon dan pisang Cavendish memiliki penampilan serupa, baik dari segi bentuk, ukuran, cita rasa, mau pun aroma. Meski demikian, tak sedikit orang berpendapat bahwa pisang Ambon memiliki cita rasa lebih manis dibandingkan jenis pisang Cavendish.  Karena dianggap lebih manis itulah, banyak orang mengira bahwa kandungan kalori jenis pisang Ambon lebih tinggi dibandingkan pisang Cavendish.  Padahal, sebenarnya tidak demikian. Cita rasa pisang Ambon memang sering kali lebih manis karena rata-rata pisang Ambon yang beredar di pasaran sudah berada dalam kondisi matang pohon, beda dengan pisang Cavendish yang dipetik dari pohon dalam kondisi setengah matang sebelum diimpor ke dalam negeri. semakin matang suatu jenis buah, kandungan gulanya akan kian bertambah,” kata Taufiq.

Baca Juga :  Petani Kopi Muria Targetkan Peningkatan Produksi

Ditinjau dari nilai gizinya, pisang Ambon dan pisang Cavendish memiliki komposisi kandungan nutrisi yang relatif sama per gramnya. Karenanya, Anda hanya perlu mempertimbangkan faktor selera dalam memilih satu di antara keduanya.  Bila tidak ada masalah dengan selera rasa, dirinya menganjurkan Anda untuk memilih jenis buah yang diproduksi di dalam negeri dari pada produk buah impor.   “Meski petani lokal masih memiliki kelemahan dari segi standardisasi pemakaian pestisida, secara umum buah-buahan yang diproduksi secara lokal memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan buah impor. Pasalnya, buah-buahan lokal dipanen dalam kondisi paling mendekati matang sempurna sehingga kandungan nutrisi yang kita dapatkan bisa optimal. Beda dengan buah impor yang sudah dipanen sebelum matang benar demi memelihara daya tahannya selama proses distribusi,” jelas taufiq di kantornya (5/8).

Baca Juga :  Jangan Sekali-kali Menembak Burung Hantu Di Desa Ini Kalau Tidak Ingin Berhadapan Dengan Warga

Suharto, untuk bisa menanam dan mengembangkan pisang cavendis dirinya hanya belajar secara otodidak berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Tak segan segan untuk mendapatkan pengetahuan tentang bertani pisang dia selalu mencatat dan memantau secara harian, mingguan, bulanan bagaimana grafik  pertumbuhan pisang-pisangnya. Tentang bagaimana pertumbuhan, perawatan, dan pengobatan bahkan sampai bagaimna cara memanen yang benar juga ia pelajari. “Cara berkebunnya cukup sederhana, namun walau sederhana, ternyata harus cukup cermat, semua aspek harus diperhatikan, sebab pisang ini termasuk pisang yang perlu diperhatikan khusus’’, imbuhnya.

Suharto memang tekun dalam menangani kebun pisang ini, “untuk menangani virus atau jamur pisang yang menyebabkan buah pisang rusak dan pohon layu. Suharto juga melakukan pengamatan secara khusus, berbagai pengobatan sudah dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, namun dia tak bisa menyembuhkan virus pisang ini. Karena ternyata virus jenis ini, hingga kini memang belum ditemukan obatnya. Oleh Suharto virus tanaman pisang ini sudah bisa di temukan caranya, “intinya ada diperawatan bukan pengobatan, kalau ingin sembuh harus dirawat secara intensif ” terangnya.

Walau belum terlalu luas kebun pisangnya, namun Suharto cukup puas melihat kebun pisangnya cukup subur dan berbuah lebat. Uniknya kebun pisang cavendish milik Suharto nyaris tanpa obat dan pupuk kimia, alias murni organik, sehingga buahnya kuat dan rasanya manis. Suharto bisa dibilang bejo, mengingat walau pohon pisangnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 250 pohon, namun buahnya cukup merata. Rata rata dia bisa panen seminggu sekali.

Selain itu hasil panen pisang jenis ini cukup menggiurkan, bagaimana tidak? satu tandan pisang ini bisa di jual 100 ribu hingga 150 ribu kepada bakul, pisang cavendis yang dijual ke pengepul tergantung tipe dan kualitasnya. “Marketnya cukup mudah tidak harus menjual ke pasar, bakul dan pengepul sudah pada datang kerumah ’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, usia panen pisang cavendish juga beraneka ragam. Bisa jadi, 9-10 bulan baru melakukan panen. Dengan begitu, petani yang menanam pisang jenis cavendis bisa memiliki keuntungan yang pasti. “Saya kira bila petani mau menanam pisang jenis cavendish pasti akan menuai untung yang besar dan tanah di Kudus cukup cocok untuk pisang jenis ini.,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Undaan Abaikan Beras Di Pasar Murah

Bila anda ingin berksonsultasi dan tahu lebih jauh tentang budidaya, bagaimana memperoleh bibit dan berbagai hal yang terkait dengan tanaman pisang Cavendih ini, anda bisa kontak Achmad Taufiq Hp 081914020218. (YM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?