Cegah Paham Radikalisme dan Teror, Masyarakat Diharap Berpartisipasi Aktif

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sosialisasi penanganan radikalisme dan terorisme telah digelar di Balai Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, Senin (23-4-2018) malam.

Acara yang digelar oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus ini dalam rangka kegiatan non fisik TMMD sengkuyung TW 1 tahun 2018 yang di selenggarakan oleh Staf Ter Kodim 0722/Kudus dengan ketua penyelenggara kapten Inf Subekhi (pasiter Dim 0722/Kudus).

Kapten Inf Subekhi (pasiter Dim 0722/Kudus) dalam sambutannya mengajak masyarakat supaya ikut menangkal radikalisme. “Acara ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengalaman dalam perkembangan situasi saat ini. Untuk kegiatan TMMD non fisik malam ini kita isi dengan materi sosialisasi dengan harapan kita tahu akan segala yang bentuk faham yang menyimpang,” ujarnya.

TRENDING :  Tercemarnya Kali Pendo, PG Rendeng Harus Secepatnya Lakukan Perbaikan IPAL

Ia mengharapkan, Mudah mudahan acara ini nantinya dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita sampaikan kepada saudara dan tetangga kita semua.

Sementara itu, Kasi Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Abu Bakar menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan. “Saya sangat perihatin sekali di lingkungan sekolah saat ini yang kurang sekali dengan pengamalan dan pemahaman pancasila, sehingga kami sering memberikan materi di lembaga lembaga pendidikan serta pondok pesantren,” terangnya serius.

TRENDING :  Polri Pastikan Pelapor Beras Plastik Tak Akan Dipidanakan

Dikatakan Bakar, Indonesia adalah negara Pancasila sehingga kita harus menganut faham tersebut sesuai dengan bhinika tunggal ika karena dengan keberagaman akan tercipta keindahan.

Di samping kegiatan sosialisasi radikalisme kita juga memberikan wawasan tentang bahaya narkoba kepada anak sekolah karena anak sekolah sangat rentang sekali dan mudah terpengaruh.

Aliran radikal, lanjut Bakar, seperti halnya mahasiswa yang ingin menampakkan jati dirinya atau idialisme dan kebanyakan orangnya tertutup dan jarang berkomunikasi dengan warga sekitarnya.

TRENDING :  Festival Teater Pelajar Ke-11 Kembali Digelar, Dari 22 Peserta, Terpilih 8 Finalis SMP/SMA

Untuk itu, lanjutnya, dalam perkembangan teknologi kita harus bisa mengotrol anak kita jangan sampai salah pergaulan sehingga nantinya akan terjerumus pada pergaulan yang tidak benar.

Lebih lanjut, Kami mengharap kapada tokoh agama untuk meramaikan masjid, jangan sampai nanti di jadikan tempat berkembangnya faham radikalisme. “Untuk itu, mari kita di malam ini untuk saling mengisi pengetahuan dan wawasan radikalisme dengan tujuan tetap tegaknya NKRI.” pesannya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :