Cek Kesiapan Infrastruktur Dan Personel, Bupati Pimpin Rakor Penanggulangan Bencana

oleh
Bupati Kudus, HM Tamzil saat pimpin Rakor Kesiapan penaggulangan Bencana di wilayah Kecamatan Kaliwungu (Foto: YM)

Kudus , isknews.com – Musim hujan dengan intensitas tinggi, Pemerintah kabupaten Kudus segera bergerak cepat setelah sebelumnya telah di gelar rapat koordianasi di Kecamatan Jati, pagi tadi sebagai Kecamatan yang juga seringkali terlanda bencana banjir, Kecamatan Kaliwungu menggelar apat Koordinasi Kesiapan Penanggulangan Bencana di aula Kantor Kecamatan Kaliwungu Kudus, Senin (28/01/2019).

Rakor di hadiri dan dipimpi langsung oleh bupati Kudus H. M. Tamzil yang didampingi Asisten I Sekda, Agus Budi Satrio dan Camat Kaliwungu
Mohammad Fitriyanto, bupati memaparkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk bisa menyampaikan kendala yang dialami oleh warga kecamatan Kaliwungu kepada BBWS Pemali Juana dan bahkan hingga Menteri PUPR.

TRENDING :  Daerah Rawan Longsor Di Kecamatan Gebog Jadi Prioritas Pembangunan 2017

Dari pantauan media ini, kehadiran Bupati Tamzil ini merupakan rangkaian dari roadshow yang sudah beberapa hari dilakukan bersama stafnya oleh orang nomor satu di Kudus ini, untuk memastikan kesiapan infrastruktur  dan personel dalam rangka menghadapi cuaca ekstrem di Kudus yang di awali dengan hujan berintensitas tinggi.

“ Seperti diketahui, normalisasi sungai-sungai besar yang ada di Kudus hanya bisa dijalankan oleh pihak kementerian. Untuk itu kita berharap agar pada tahun 2020 mendatang, normalisasi secara menyeluruh mulai dari hulu ke hilir dapat berjalan dengan baik,” ujar bupati yang juga ahli rekayasa sipil dan infrastruktur ini.

TRENDING :  Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Harus Tetap Terjaga Usai Ibadah Puasa Ramadan

Diakuinya kendala tersebut adalah merupakan Pekerjaan Rumah bagi Tamzil, “Ini PR saya, saya harap tahun 2020 bisa dinormalisasi. Kendala kita saat ini memang soal kewenangan. Sungai Wulan, Lusi, Juana dan Serang yang sedang mengalami pendangkalan, wewenangnya berada di BBWS, sehingga perlu koordinasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Selain itu, bupati juga menekankan pentingnya untuk mengurus warga yang mengungsi akibat rumahnya terdampak banjir. Pihaknya meminta agar dinas terkait dapat saling berkoordinasi utamanya untuk keselamatan dan kebutuhan warga setiap hari.

“Ada posko kesehatan, saya kira bagus. Saya minta jangan sampai ada warga yang kelaparan, kedinginan dan sakit. Sehingga, bantuan baik logistik maupun medis segera untuk bisa menjangkau,” tukasnya.

TRENDING :  Jadi Penyebab Macet, Bupati Instruksikan Bongkar Median Pembatas Jalan Depan SPBU Tanggulangin

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kudus Hendrik Marantek yang turut hadir dalam rapat, memberikan pandangan bahwa seharusnya pemerintah kabupaten Kudus membuat embung di daerah Setrokalangan. Menurutnya, embung akan sangat berguna untuk menampung air.

“Saya harap pak bupati juga membangun embung agar air bisa tertampung dan tidak meluap,” katanya. Mendengar aspirasi anggota dewan tersebut, H. M. Tamzil sepakat dan meminta dinas terkait untuk mengkaji penyelenggaraan embung sesuai usulan anggota dewan tersebut.

Usai rapat koordinasi, H. M. Tamzil mengecek Serang Welahan Drainase (SWD) I dan II yang masing-masing berada di desa Setrokalangan dan Blimbing Kidul. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :