Cerita Perjuangan Peserta Dari Tangerang Ikut Audisi Persiku Junior

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Maulana Ardiansyah (15) adalah satu dari 73 pemain yang mengikuti audisi pemain Persiku Junior Zona 3, di Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kamis (27/12/2018). Keinginan yang kuat untuk menjadi pesepakbola hebat mengantarkannya hingga Kota Kretek.

Nanang, begitu ia biasa disapa, datang ke Kudus bersama sang ayah. Warga Kota Tangerang, Provinsi Banten tersebut mencoba mencari peruntungan bersama Macan Muria Muda. Nanang bercerita awal mula mengetahui audisi Persiku Junior dari media sosial instagram.

“Pas Natal saya lihat ada pengumuman audisi pemain Persiku Junior. Kebetulan ini pas waktu libur sekolah, saya langsung minta ikut audisi ini sama ayah,” beber pemain kelahiran 2003 itu.

Sang ayah pun mengiyakan saja keinginan Nanang dengan menghubungi kontak person yang tertera dalam pengumuman audisi. Setelah mendapatkan informasi cukup keesokan harinya, Rabu (26/12/2018), langsung berangkat menuju Kudus naik bus jurusan Kudus.

“Saya sama ayah berangkat pukul 13.00 WIB dari rumah naik bus, sampai di Demak pukul 23.00 WIB. Kebetulan ayah memang berasal dari Demak, jadi menginap di Demak,” imbuh pemain yang kini duduk di bangku kelas X SMA Al Hidayah Tangerang.

TRENDING :  Parah! Sepak Bola di Kudus Ricuh, Pemain Saling Adu Jotos, Ini Bola Apa Tinju?

Pemain yang berpostur 173 sentimeter itu berharap besar bisa lolos audisi dan menjadi bagian dari Persiku Junior musim 2019. Dia siap dimainkan di posisi apapun sesuai dengan kebutuhan tim. “Kalau posisi paling saya sukai center bek, tapi saya juga biasa dimainkan sebagai gelandang atau pun striker,” tuturnya.

Persiku junior
Asisten Manajer Persiku Junior Ayatullah Humaini memberikan arahan kepada para pemain seleksi Xona 3, di Lapangan Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kamis (27/12/2018). (Doc. Persiku Junior)

Sementara itu sang ayah, Yasin mengungkapkan, ketika sampai di rumah orang tuanya yang ada di Demak banyak sanak keluarga yang datang, karena sudah kangen lama tak jumpa. Sudah lebih dari dua tahun Yasin tidak pulang kampung.

Karena hal itulah ia dan anaknya kemudian larut dalam kebersamaan hingga begadang sampai subuh. Ketika pagi tiba Yasin menghubungi pantia audisi untuk melihat audisi Zona 3 sekaligus mendaftar dan berkenalan dengan manajemen Persiku Junior.

“Niatnya datang ke Lapangan Gribig untuk mencari informasi dan melihat seleksi. Rencananya baru ikut seleksi di Zona 4, tapi anak saya tidak sabar. Naluri pemain bolanya muncul, dia bilang saya kalau satu kali permainan masih sanggup,” tukasnya.

Karena keinginan anaknya itu kemudian diizinkan saja. Tetapi akibat begadang semalaman berpengaruh pada fisiknya. Di tengah seleksi yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB Nanang terlihat kelelahan karena kurang tidur dan menempuh perjalanan jauh.

TRENDING :  Berikut Beberapa Keputusan Penting Hasil Kongres PSSI

“Tapi alhamdulillah masih bisa lolos ke tahap berikutnya. Saya minta Nanang istirahat untuk menghemat tenaga seleksi tahap berikutnya. Harapannya bisa menunjukkan kemampuan terbaiknnya di depan para pelatih Persiku Junior,” tandas Yasin.

Diceritakannya, keluarganya memiliki sejarah panjang terkait sepak bola. Hampir semua keluarganya gila bola dan memang menjadi pemain bola. Bahkan adiknya dulu sempat bermain di salah satu tim profesional.

Kini harapan keluarga memiliki pemain hebat ada di pundak anak pertamanya. Yasin yang juga pemilik sekaligus pelatih SSB Bintang Makmur Soccer (BM Soccer) Tangerang menyampaikan, Nanang sudah menggeluti sepak bola sejak tujuh tahun yang lalu.

Tepatnya ketika ia mendirikan BM Soccer. Pria asal Dukuh Kalitekuk, Desa Ngaluran, Kecamattan Karanganyar Demak itu memang mendidik anaknya agar menjadi pemain hebat. Yasin biasa dipanggil Coach Nanang sesuai panggilan anak pertamanya bercerita perjalanan sang anak.

Nanang pernah mewakili Provinsi Banten mengikuti Danone Nagions Cup masuk kelompok U-12. Kemudian prestasinya semakin cemerlang hingga akhirnya direkrut Garuda Muda Soccer Akademi Tangerang Selatan.

“Garuda Muda Soccer Akademi merupakan tim yang pernah mencetak pemain hebat, yakni si kembar Bagas dan Bagus yang cemerlang di tim nasional Indonesia U-16,” ujarnya. Selama ikut di Garuda Muda Soccer Akademi Nanang mampu mempersembahkan Piala Menpora, peringkat 2 pada 2017 dan peringkat 3 pada 2018, yang baru saja selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu.

TRENDING :  Petenis Pati Kuasai Turnamen Bupati Pati Cup XVI

Jika nanti terpilih menjadi pemain Persiku Junior, kata Yasin, anaknya siap pindah ke Kudus. Melanjutkan sekolah di Kudus sekaligus berkarir sepak bola di Kudus hingga level senior. “Saya dengan Bupati Kudus yang baru cinta sepak bola dan bermabisi membawa Persiku ke kasta teringgi, saya berharap Nanang bisa ikut mengantar Persiku juara di level nasional,” tandasnya.

Asisten Manajer Persiku Junior Ayatullah Humaini menjelaskan, dari hasil seleksi hari pertama Zona 3 yang diikuti 73 pemain meloloskan 22 pemain. Mereka (pemain, Red) akan kembali diseleksi pada hari kedua. “Pada hari kedua akan dikerucutkan lagi seperti pada zona sebelumnya,” ujarnya.

Seleksi hari kedua Zona 3 kembali digelar di Lapangan Gribig, Kecamatan Gebog, Jumat (28/12/2018), mulai pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB. Pemain diharapkan sudah hadir 30 menit sebelum seleksi dilaksanakan. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :