Cetak Generasi Handal, LDII kudus Gelar Pelatihan Kepemimpinan Organisasi

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Suatu organisasi didalam mempersiapkan generasi yang tangguh dan mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas yang telah diemban, perlu adanya sinergitas antar bidang, sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai.

Hal ini lah yang mendasari pengurus bidang organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPD DPC Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Organisasi.

H. Mardjono, selaku Ketua DPD LDII Kabupaten Kudus mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun jiwa kepemimpinan yang tinggi. “Karena membangun suatu organisasi yang solid tentunya di butuhkan sistem yang bagus di dalamnya,” ujarnya.

Ia mengharapkan setelah adanya kegiatan ini, tanggung jawab bagi pimpinan dan umumnya bagi seluruh elemen organisasi bisa menjalankan tugas sebagai pelaksana organisasi di lapangan dan akhirnya bisa di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga LDII bisa memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi masyarakat.

TRENDING :  Donat Salju Terus Bertahan Melawan Gerusan Zaman

“Itulah yang menjadi tujuan akhir kita, yaitu membesarkan organisasi lewat pengabdian, masyarakat. Insyaa Alloh kegiatan ini akan berkelanjutan,” terangnya.

Dijelaskan Mardjono, Sekitar 100 orang dari berbagai Kecamatan hadir memenuhi acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu (22-23/12/2018). Hari pertama bertempat di Hotel Hom Kudus berlangsung pembukaan dan pembekalan dari pemateri Kodim 0722 dan Polres Kudus.

Bupati Kudus yang diwakili Asisten 2, Ali Rifai membuka kegiatan, disaksikan Abdul Jamil mewakili Kakankemenag, Kapolres yang diwakili Subchan dan Dandim 0722 Kudus yang diwakili Kapten inf Ibnu Latifurahman.

Sedangkan di hari kedua, bertempat di Masjid Baitul Qudus Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus berlangsung pemberian materi wawasan keorganisasian, manajemen dan resolusi konflik, kepemimpinan yang efektif, teamwork dan leadership.

TRENDING :  Karena Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Pemuda Ini Akhiri Hidupnya

Mardjono mengapresiasi materi yang disampaikan para narasumber, dimana sangat sesuai dengan tema kegiatan, yakni peningkatan profesionalisme religius dan membangun kesadaran serta membangkitkan semangat berbangsa dan bernegara didalam wadah NKRI.

“Ini adalah salah satu cara bagaimana kita bisa membentuk karakter seorang pemimpin agar lebih bertanggung jawab di dalam melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang Hariyanto, wakil ketua DPW LDII Jawa Tengah menekankan bahwa kita harus bersyukur bahwa di Indonesia mempunyai banyak keberagaman, sehingga tidak ada alasan yang menguatkan kita berfikir, bertindak dan meresahkan masyarakat, seperti anarki, radikalisme, dan terorisme.

“Indonesia lahir dari keberagaman, ayo perkuat kepentingan bersama, dengan bertutur kata yang bai, terlebih di media sosial. Kami harapkan dengan pelatihan ini, bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) peserta,” ungkapnya kepada awak media.

TRENDING :  Gedung Matahari Plasa Kudus Diasuransikan Rp 9 Miliar

Salah satu narasumber, Ipda Subkhan, mewakili Kapolres Kudus mengutip pernyataan Charles Reith dalam bukunya The Blind Eye of History dihadapan ratusan Pengurus DPD LDII Kudus. Ia mengatakan, “Banyak masyarakat yang telah hilang lenyap sepanjang sejarah, bukan diawali oleh sebab peperangan atau wabah penyakit, namun oleh karena ketidakmampuan untuk menjaga dan memelihara ketertiban umum,”.

Profesionalisme religius, lanjut Subhan, adalah bagaimana cara kita memahami ajaran agama secara substansi dan tidak sekedar teksturalnya saja, sehingga kita akan dapat meyakinkan diri kita bahwa NKRI dengan Pancasilanya sudah sesuai dengan ajaran agama serta dapat mewujudkan maqosid syariah, “Dengan begitu maka akan terbangun kesadaran berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI pada setiap diri kita,” terangnya. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :