Cuaca Buruk, Harga Cabai Meroket

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Akibat masih tingginya intensitas hujan di sejumlah daerah pemasok cabai, mengakibatkan banyak petani yang mengalami gagal panen. Imbasnya, harga cabai di pasaran meroket tinggi. Bahkan, kenaikannya mencapai 50 persen dibandingkan harga normal.

“Kenaikannya berlangsung mulai tiga hari yang lalu, biasanya satu kilogram harganya Rp 20 ribu, kalau saat ini menjadi Rp 34 ribu,” beber penjual kebutuhan pokok di Pasar Rogowongso Pati, Imam Santoso (42), Selasa (26/12/2017) siang.

TRENDING :  Penjualan Arang Jelang Hari Raya Idul Adha Meningkat Dibanding Hari Biasa

Kenaikan yang cukup menohok itu, cukup membuat pening penjual dan pembeli salah satu bahan dasar masak-memasak itu. Mengingat, selain harganya yang cukup tinggi, pasokannya juga terbatas.

“Kalau penyebab pastinya saya kurang tahu, tapi menurut kabar banyak petani yang gagal panen,” jelasnya.

TRENDING :  Siswa Baru Perguruan Islam Darul Falah Sirahan Melangitkan Cita-cita

Imam mengaku harga cabai tersebut sudah tinggi dari tangan petani dan bukan dikarenakan momen Natal dan Tahun Baru 2018.

“Bukan karena itu, karena memang dari tangan petani harganya sudah tinggi, katanya sih karena cuaca akhir-akhir ini yang tidak bersahabat,” bebernya.

Sementara itu, pembeli cabai Siti Mustaghfiroh (27) mengatakan, melonjaknya harga cabai tidak hanya terjadi di Pasar Rogowongso saja, melainkan di pasar-pasar lainnya yang berada di Pati Kota.

“Sebelumnya saya sudah coba beli di pasar lainnya tetapi harganya sama tingginya. Iya, tidak hanya di sini saja naiknya,” kata ibu satu anak itu. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :