Cuaca Tak Tentu Rajungan Sulit Didapat

oleh
ISKNEWS.COM
Foto: Nelayan Rajungan Desa Keboromo, Kecamatan Tayu tidak bisa menikmati tingginya harga Rajungan. (istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Meski harga Rajungan terbilang tinggi saat ini, yaitu dikisaran 60-90 ribu rupiah, namun akhir-akhir ini untuk mendapatkan Rajungan tidaklah mudah dibanding beberapa bulan lalu. Menurut para nelayan di Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, hal ini dikarenakan cuaca yang tidak menentu dan masih sering turunnya hujan.

Kondisi seperti ini banyak dikeluhkan para nelayan yang hidupnya bergantung dari hasil tangkapan Rajungan. Setidaknya, ada lima Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang ada di Desa Keboromo mengaku hasil tangkapan anggotanya menurun drastis. Menurut salah satu nelayan yang juga pengurus disebuah KUB, Rohim, selain karena hujan dan cuaca yang sulit diprediksi, banyak nelayan yang libur atau memilih melaut di perairan Jepara.

“Merosotnya hasil tangkapan Rajungan karena dipengaruhi faktor cuaca yang tidak menentu mulai Januari sampai sekarang, padahal menurut perkiraan cuaca seperti ini masih sampai April. Belum lagi beberapa teman nelayan ada yang milih melaut di Jepara,” papar Rohim saat ditemui di tempat istirahatnya di sisi sungai Tayu, Selasa (20-03-2018).

TRENDING :  Rumdis Pelda Lulus Lolos Wakili Lomba Tingkat Korem

Sampai saat ini, imbuhnya, baru ada sekitar 100 nelayan yang bergabung dalam KUB, sedangkan yang belum bergabung jumlahnya pun tidak seberapa. Setiap hari memang ada yang melaut, tetapi hasil tangkapannya hanya berkisar antara 3 ons sampai 5 kilogram.

TRENDING :  Asyik “Jeng-jeng” Sri Kehilangan Motor Kesayangan

“Hasil tangkapan ya tergantung perahunya, besar apa kecil. Padahal biaya yang dibutuhkan untuk melaut tidak sedikit, kalau hasilnya hanya segitu yang punya kapal bisa rugi. Mereka juga kan harus kasih gaji nelayan yang ikut kerja,” paparnya.

TRENDING :  Tertarik Pengelolaan Tambak Rakyat, DPRD Banyuasin “Sinau” Ke Pati

Karena sepinya hasil tangkapan, dan alat tangkap para nelayan Rajungan di Desa Keboromo yang masih minim, akhirnya banyak nelayan yang ikut kapal lain, salah satunya di Jepara. Pasalnya, di Kabupaten Jepara para nelayan Rajungan sudah banyak yang memiliki kapal besar dengan peralatan yang mumpuni. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :