Cukai Rokok Naik 10,04 Persen Per 1 Januari 2018, Diharapkan Bisa Ngerem Belanja Rokok

Cukai Rokok Naik 10,04 Persen Per 1 Januari 2018, Diharapkan Bisa Ngerem Belanja Rokok

Kudus, isknews.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kudus belum lama ini melakukan sosialisasi kenaikan tarif cukai rokok, dengan mengundang pengusaha rokok semua golongan di bawah wilayah kerja KPPBC- TMC Kudus, Selasa (14/11/2017).

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini, mengatakan, Diadakan sosialisasi tersebut, menyusul Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi menetapkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau cukai rokok 10,04%.

“Kenaikan yang akan berlaku pada 1 Januari 2018 itu telah memperhatikan aspek industri tenaga kerja dan optimalisasi penerimaan perpajakan, peredaran rokok ilegal hingga kesehatan,” jelasnya saat ditemui isknews.com setelah sosialisasi tarif cukai hasil tembakau yang dilaksanakan di KPPBC TMC Kudus.

TRENDING :  Ini Hasil Akhir SMASA Youth Red Cross Competition XV Tingkat Jateng 2017

Dirinya juga mengungkapkan, salah satu tujuan dinaikkannya tarif cukai adalah untuk melakukan pembatasan pembelian oleh masyarakat. “Prinsip cukai adalah pembatasan, dengan dinaikkannya tarif cukai maka harga makin tinggi. Dengan begitu diharapkan masyarakat akan sadar dan bisa mengatur kapan akan membeli rokok,” katanya.

TRENDING :  Ruang Kelas Terbakar, Siswa SD 02 Tunahan Belajar di Rumah Dinas Guru

Ditambahkan Rini, Kenaikan tarif cukai ini juga bisa menurunkan produksi hasil tembakau serta menurunkan pervalensi merokok. Penurunan prevalensi ini juga diharapkan diikuti dengan penurunan perokok usia di bawah 15 tahun dan perokok perempuan.

TRENDING :  Kurangnya Sosialisasi Pelatihan Di BLK

“Penurunan produksi dan konsumsi hasil tembakau diharapkan berdampak positif terhadap pengurangan pengeluaran rumah tangga untuk membeli rokok serta pengurangan biaya kesehatan (klaim BPJS) atas penyakit yang ditimbulkan karena merokok,” ujarnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post