Curah Hujan Tinggi, Akses Jalan Menuju Dukuh Karangturi Digenangi Air Setingi 30 cm

oleh
Suasana air diatas akses jalan menuju Dukuh Karangturi Setrokalangan Kaliwungu Kudus, siang tadi (Foto : YM)

Kudus , isknews.com – Sebagai kawasan yang selalu menjadi langganan terendam paling awal saat hujan lebat dengan curah tinggi atau saat melimpasnya aliran air di sungai Wulan, Dukuh Karangturi  Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu Kudus, pada siang tadi dari hasil pantauan media ini, air sudah menggenangi akses jalan menuju perkampungan dukuh tersebut.  

Subandrio warga Dukuh Karangturi RT 3 RW 3 ditemui di lokasi saat menurunkan istrinya di ujung genangan yang merendam jalan beton yang menjadi akses menuju kampungnya, mengatakan, curah hujan tinggi yang melanda wilayah kabupaten Kudus selama tiga hari nyaris tanpa henti membuat akses jalan dari ruas jalan lingkar Barat atau yang dikenal sebagai jalan lingkar Jetak menuju ke Dukuh Karangturi kini sudah setinggi 30 cm.

TRENDING :  Banjir Dukuh Barisan, Balita Faisol Meninggal Tergelincir Di Kubangan Air Samping Rumah

“Saya kalau pulang kerja sejak kemarin sudah tidak berani lagi melintasi jalan ini, karena takut motor saya mesinnya mati di tengah jalan akibat kemasukan air, ini saya hanya berani mengantar isteri saya sampa di tempat ini, selanjutnya isteri saya jalan kaki menembus jalan yang kini sudah tergenangi air,” katanya.

TRENDING :  Ditinggal Merantau, Istri Justru Selingkuh

“Saya dan motor saya, pulangnya harus muter lewat Desa Setrokalangan, karena jalan di sana masih aman,” terang Subandrio yang mengendarai motor bebek saat ditemui di ujung lokasi genangan jalan tersebut, Sabtu (26/01/2019).

Sebagai warga Karangturi Subandrio sudah terbiasa menghadapi situasi banjir seperti ini, “bahkan ini belum seberapa, saya perkirakan kalau mala mini masih terus turun hujan lebat genangan di jalan yang awalnya sekitar 30 cm, bias semakin meninggi hingga 40 cm,” katanya.

Dia mengatakan, akibat hujan yang mengguyur di sejumlah tempat memang kami sudah tahu bahwa kawasan ini  yang akan terendam paling awal, ”Namun saat ini, situasi kampong masih aman, yang parah itu jalannya. Tapi jika nanti hujan terus menerus, biasanya air mulai masuk kampung, dan ruas jalan hilang dan tak bisa dilalui, karena tak lagi terlihat,” ungkap dia

TRENDING :  Bimtek Keprotokolan Ciptakan Protokoler Handal dan Profesional

Subandrio berharap semoga hujan cepat reda, karena kalau curah hujan semakin tinggi mengakibatkan sungai Wulan melimpah dan berimbas pada kampung dukuh Karangturi.

“Meski banjir sudah terbiasa bagi warga sini, namun kami berharap hujan semakin reda, agar ketinggian air menjadi surut,” harapnya.   (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :