Dampak Kekeringan di Pati 4.377 Jiwa Butuh Air Bersih

oleh
CAPTION: BPBD Kabupaten Pati memberi bantuan air bersih di Desa Kletek Kecamatan Pucakwangi, Jum at (3-08-2019). (Ivan Nugraha)

Pati, ISKNEWS.COM – Sedikitnya 12 desa di Kabupaten Pati pada musim kemarau tahun ini mengalami kekeringan. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati menyebutkan, ke-12 desa tersebut mulai membutuhkan suplai air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo mengaku pihaknya sudah melakukan dropping air bersih dengan cara keliling di masing-masing desa yang sudah mengajukan. Tidak menutup kemungkinan, desa terdampak kekeringan juga akan bertambah.

TRENDING :  Banser Sisir Wilayah Perbatasan

Sejauh ini, lanjutnya, ada empat kecamatan dan 16 desa yang sudah dilakukan dropping air bersih. Masing-masing desa terdampak, sejauh ini masih banyak membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hari ini, kami melakukan dropping di Desa Kletek, Kecamatan Pucakwangi dengan total 5 ribu liter air. Kemungkinan air ini hanya cukup untuk beberapa hari saja. Sementara apabila nanti pihak desa mengajukan lagi, kami juga akan melakukan dropping tambahan,” ungkapnya, Jumat (3-08-2018).

TRENDING :  Polisi Yang Satu Ini Patut Diteladani, Meski Capek Pulang Kerja Tetap Antusias Ikut Kerja Bakti

Ditambahkan, sementara ini untuk kecamatan yang paling banyak meminta air bersih adalah Desa Pajangan,Wirun, Bumiharjo, Karangkonang dan Kropak yang berada di Kecamatan Winong.

Selain itu, ada lima desa di Kecamatan Pucakwangi yakni Terteg, Lumbungmas, Triguno, Mencon dan Kletek. Dari lima desa tersebut sebagian diantaranya sudah mengajukan dropping dua kali dengan jumlah yang sama.

TRENDING :  TRUCK TERGULING KARENA KELEBIHAN MUATAN.

“Sesuai dengan data kami, setidaknya pada Juli lalu ada 18.315 jiwa di Kabupaten Pati yang saat ini terdampak kekeringan. Sedangkan untuk Agustus ini yang terdampak kekeringan ada 4.377 jiwa,” imbuhnya. (IN/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :