Dampak kenaikan cukai Harus Diantisipasi, Peredaran Rokok Ilegal

by
isknews

ISKNEWS.COM,Kudus- Pemerintah memutuskan untuk menaikan cukai rokok. Dampaknya tidak menutup kemungkinan akan produk rokok ilegal tersebut akan semakin besar. Untuk mengantisipasi hal itu Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai akan meningkatkan lagi pengawasannya, dengan menambah jadwal operasi rutin.
Pengawasan untuk peredaran rokok ilegal memang sudah menjadi perhatian utama dari Ditjen Bea dan Cukai. Pasalnya pemerintah telah menetapkan target yang cukup tinggi untuk penerimaan cukai di komoditas rokok 2015 sebesar Rp141,7 triliun.

Bahkan ada wacana target itu akan ditingkatkan lagi, karena sekarang target penerimaan dari itu (rokok) tinggi sekali. Jadi pasti kita akan tekan produk rokok ilegal.


Menurut data dari riset yang dilakukan Deutsche Bank, harga rokok di Indonesia paling murah dibandingkan negara lainnya. Namun, dengan cukai yang masih sangat rendah penyelundupan rokok ilegal masih terbilang besar. Pada tahun 2013 rokok ilegal mencapai 7 persen dari total produksi nasional sebanyak 320 miliar batang.


Naik Hingga 8,72%
Sebagai mana diberitakan di media massa, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan tarif untuk cukai rokok pada 2015. Tarif cukai rokok ini, efektif mulai 1 Januari 2015.
Kenaikan ini akan beragam bergantung pada jenisnya. Intinya, golongan paling rendah itu tidak mengalami kenaikan. Golongan yang SKT 3, karena produksinya tidak lebih dari 50 juta per tahun.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

TRENDING :  Beberapa Perusahaan Raih Penghargaan dalam Malam Evaluasi dan Apresiasi KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus