Dana Bos Madrasah di Kudus Belum Bisa Dicairkan, Ini Sebabnya

oleh
Ilustrasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Pencairan Bantuan operasional sekolah (BOS) madrasah yang sedianya dicairkan awal September belum bisa terlaksana. Hal ini dikarenakan beberapa madrasah belum mengumpulkan laporan pertanggungjawaban (LPJ).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi melalui Kasi Madrasah dan Pendidikan Agama (Mapenda) Suhadi mengatakan, Pencairan BOS tahap II ini sampai akhir Desember. Nantinya BOS yang dicairkan tinggal setengahnya, karena tahap I sudah diberikan bulan Maret lalu. “Kami berharap madrasah yang belum mengumpulkan LPJ untuk segera dikumpulkan, supaya BOS cepat cair,” terangnya, Selasa (19/9/2018).

TRENDING :  Panggil Sang Kapten Sugeng, Persiku Coret Dua Pemain Seleksi

Dijelaskan Suhadi, Madrasah yang belum mengumpukan LPJ berjumlah 11 sekolah diantaranya, MA ada satu, MTs ada satu dan MI berjumlah 10. Nantinya masing-masing siswa MI menerima Rp 800 ribu/tahun, untuk tingkat MTs masing-masing siswa Rp 1 juta/tahun dan tingkat MA masing-masing siswa Rp 1,4 juta/tahun.

TRENDING :  Solusi Praktis Atasi Masalah Bibir Sumbing

Sementara, jumlah siswa yang menerima BOS untuk MI sebanyak 21.302 siswa, MTs sebanyak 27.115 siswa dan MA berjumlah 13.312 siswa. “Mudah-mudahan akhir September sudah dicairkan semua,” harap Suhadi.

TRENDING :  Tim Paskibraka Dua Minggu Digembleng Di Area Gor Weguwetan Kudus

”Kami juga kurang tahu kendala mereka apa membuat laporan sampai ada yang belum jadi. Namun kami memohon secepatnya semua beres tentang pelaporan LPJ, sehingga BOS bisa segera dicairkan,” pungkasnya. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :