Dana KIP tidak Boleh Dipotong Dengan Alasan Apapun

oleh
Foto: Ilustrasi

Kudus, ISKNEWS.COM – Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah diterima siswa SD sekitar dua bulan lalu. KIP khusus ditujukan untuk pelajar yang kurang mampu. Mereka diharuskan mengambil sendiri ke bank yang sudah ditunjuk.

Tujuan KIP adalahvuntuk meringankan biaya sekolah seperti halnya membeli seragam, membayar buku lembar kegiatan siswa (LKS) sepatu, tas, dan sebagainya.

Namun, pada pelaksanaannya, kita jumpai beberapa keluhan datang dari wali murid, dimana ada yang ditarik pihak sekolah untuk membayar iuran, membeli perlengakapan di luar kebutuhan sekolah seperti membeli alat musik dan lainnya.

TRENDING :  Batik Motif Pekalongan? Motif Solo? Bukan. Ini Adalah Motif Batik Khas Kudus.

Joko Susilo Kepala Disdikpora Kudus melalui Kabid Kurikulum Dikdas Djamin mengatakan, Berdasarkan petunjuk teknis (Juknis) perolehan KIP, pihak sekolah dilarang menarik iuran apapun dari dana KIP. “Sekolah tidak diperkenankan menarik iuran untuk kelengkapan fasilitas sekolah,” tegasnya.

Penerima KIP, per siswa SD sebesar Rp 450 ribu per tahun dan siswa SMP sebesar Rp 750 ribu per tahun. Namun, tahun sebelumnya yang sudah dapat belum tentu tahun berikutnya bisa kejaring lagi, sebab harus bergiliran.

TRENDING :  Mengenal Surat Tilang BIRU

Dijelaskannya, Jika masih ada sekolah yang melakukan penarikan iuran selain kebutuhan siswa dari dana KIP, orang tua bisa menolaknya.

“KIP harus dimanfaatkan untuk pembelian buku, alat tulis, pembelian perlengkapan sekolah (seragam, tas dan atribut sekolah), transportasi siswa, uang saku dan biaya kursus atau les tambahan siswa,” terangnya.

TRENDING :  Usai Ikut Perekaman, Empat Hingga Lima Hari E-KTP Sudah Jadi

”Orang tua bisa mempertanyakan apapun bentuk iuran kepada sekolah. Karena, sesuai aturannya, SD dan SMP negeri tidak diperkenankan menarik iuran,” jelasnya.

Ditambahkan, kecuali jika iuran tersebut berasal dari komite atau paguyuban dan atas kesepakatan bersama. “Pada intinya, dana KIP tidak untuk segala bentuk macam iuran, hanya untuk keperluan siswa dan kewajiban penerima KIP harus melanjutkan sekolah sampai selesai, jangan sampai putus sekolah,” pungkasnya (AJ/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :